Tuesday, December 22, 2009

Haqqi plontos

Nggak perlu ke tempat cukur anak2 yang mahal dengan mainan dan film2 kartunnya. Cukup di barbershop biasa langganan sang Ayah, kedua jagoanku suka banget dicukur. Agak aneh juga mengingat katanya sulit sekali mengajak anak2 ke tukang cukur. Terutama abang Haqqi, yang cuma berniat ngantar mas-nya cukur, lha kok jadi kepengen dicukur juga padahal rambutnya belum gondrong sama sekali. Ya udah diplontos aja.

Dengan suka ria dia naik ke singgasana tukang cukur, diganjal kayu di gagang kursinya supaya tinggi posisi kepalanya. Dan dia serius menikmati setiap menit proses cukurnya. Lihat ketika om tukang cukur menyuruhnya untuk memejamkan mata supaya rambut2 halus tidak masuk ke matanya. Lucu banget ya! :)





we are KLaneese!



Kembali terlempar ke masa lalu, masa-masa rusuh ABG. Tapi kali ini saya menikmatinya bareng bunda-bunda cantik, sahabat-sahabat saya dari dunia maya. Jeng Lilik, jeng Yuni, jeng Rahma dan jeng Levi (plus pakne-nya jeng Levi sebagai pengawal :D). KLa Project Grand Reunion Concert!

Ributnya sudah sejak hampir 2 bulan sebelumnya di thread message facebook, saling mengompori sampai akhirnya memutuskan untuk beli tiket early bird biar murah ;). Tengkyu jeng Yuni sebagai calo tiket kita, love you deh! hehe..

Di hari-H, 4 Desember 2009, hujan badai mengguyur Sawangan. Saya dan jeng Levi, yg rumahnya paling jauh dari pusat perkantoran tempat acara berlangsung, kebingungan mencari cara menuju TKP. ketika ketiga bunda yang lain sudah nongkrong di Ballroom Kempinsky Hotel, kita berdua (eh bertiga deng) masih terjebak macet di sekitar senayan.

Tapi Alhamdulillah, acaranya pake ngaret juga, jadi kita cuma ketinggalan setengah lagu saja. Formasi lengkap plus Ari Burhani dan Sisca ada di lagu Rentang Asmara. Asyik! Walaupun posisi tempat duduk penonton yg terlalu landai bikin leher pegal karena terlalu banyak mendongak. Walaupun banyak juga lagu yang tidak sempat dinyanyikan. Terobati sudah rindu KLa-nya

Malam yang menyenangkan, thanks banget ya ladies! Semoga konser yg lebih besar di tempat yang lebih besar akan diadakan lagi. Nanti kita nonton lagi ya Buns...


di dalam ballroom, nyanyi teruuss!



di luar ballroom, selesai acara, suaranya habis!
psst...bunda2 ini anak pertamanya semua kelas 3 SD loh, kita janjian ya? :)

Ini adalah konser ketiga KLa yang saya tonton. Yang pertama di GOR Saparua Bandung bareng temen-temen kost di tahun '93. Yang kedua di sebuah cafe (lupa namanya euy) di Hotel Mulia bareng si-Mas tersayang tahun '99 beberapa bulan menjelang married ;). Ketiganya asyik, dengan suasana & atmosfer yang berbeda. Menanti yang keempat, ada yang mau join?

Friday, December 11, 2009

buah kenangan




Srikaya (Annona Squamosa). Foto asli dari pekarangan rumah. Buah pertama hanya sebuah, berikutnya tiga buah, semoga musim selanjutnya berbuah lebih banyak tidak mau kalah dengan pohon mangga dan jambu biji sesama penghuni pekarangan.

Matang pohon. Rasanya enak, manis sangat!. Menyesapnya penuh hayat lalu diri kembali terlempar ke masa kecil dimana buah ini mengisi salah satu kenangannya. Bedanya dulu pohon srikaya milik tetangga kami yang baik hati itu besar sekali (atau barangkali dulu badan saya yang kecil ya?) sehingga saya gemar sekali memanjatnya. Saya diperbolehkan memetik buah2nya yg sudah setengah matang, 'memeram'nya di kaleng tempat penyimpanan beras ibu saya lalu dengan sabar menunggunya matang satu atau dua hari kemudian.

Sekarang ini, saya juga selalu sabar menunggu buah2 ini matang, tapi matang didahannya. Setiap hari ditengok sampai tiba saatnya dipetik. Tidak perlu dipanjat karena tinggi pohonnya setara saja dengan tinggi badan saya. Pohon ini juga hasil kesabaran saya menyemai benihnya dari biji. Bijinya didapat sekitar 2 tahun yg lalu, dari buah srikaya oleh2 seorang sahabat dari kebunnya di Indramayu.

Sayangnya, keempat buah srikaya hasil 'panen' ini hanya saya seorang yang menikmati. Ternyata kedua jagoan saya kurang menyukai buah ini. Begitu pula suami saya. Atau mereka sengaja memberikan previlage ini sepenuhnya untuk saya? ;)


Tuesday, December 01, 2009

sebulan

Yup, hari ini pas sebulan sudah saya berkutat dengan profesi baru saya; ibu rumah tangga merangkap tukang kue rumahan.
Ada beberapa hal yang berbeda antara cita2 waktu baru mau resign kantoran dengan fakta di lapangan.

Cita2: bakalan sering update blog ini, blog dapur, juga blog dagangan
Fakta: kelihatan bukan? blognya jamuran! cuma blog dapur aja yg sempat diapdet sekali dalam rangka promosi :p

Cita2: bakalan lebih gaul dengan ibu2 tetangga.
Fakta: hiks, satu kalipun saya belum sempat 'nenangga' atau minimal gabung waktu mereka lagi ngobrol sore2.
Ada juga saya yg dikunjungi sama tetangga, tapi ngobrolnya juga disambi bikin kue :D

Cita2: bakalan rajin olahraga; yoga, jalan pagi & renang minimal @ seminggu sekali
Fakta: cuma yoga aja yang kejadian seminggu sekali, lumayanlah..

Cita2: bakalan sering nomat sama pacar
Fakta: belum pernah! bulan ini harus deh :p

Cita2: bakalan rajin ikutan acara2 milis kuliner
Fakta: acaranya banyak & seru2, tapi cuma meringis aja baca laporan teman2 milis, kenapa juga acara2nya selalu bertepatan dengan order2 (yg lumayan besar) & tidak bisa dibatalkan :(

Saya harap ini hanya masa pancaroba, siklus kaget yg harus saya hadapi karena irama kerja yang masih belum pas.
Semua karena komitmen awal gak mau nolak2in orderan kue malah promosi kemana-mana. Padahal orderan juga gak banyak2 amat, cuma kemampuan SDM masih belum seimbang, jadi yaa..gitu deh :p
Komitmen yang sudah direvisi mulai bulan ini :D

Satu hal yang pasti sama persis antara cita2 dan fakta adalah: bekerja dengan dikelilingi bintang-bintang saya dirumah, saya JAUH merasa lebih bahagia, Alhamdulillah... :)


Sawangan, 2 Des'09 dini hari,
~posting pake hape~ :p

Friday, October 30, 2009

Hari Ini

Sedih dan bahagia, dua hal berbeda yang secara ajaib ternyata bisa terjadi pada saat yang bersamaan. Air mata yang bergulir, karena sedihkah? Dan tawa yang terurai, karena bahagiakah? Membingungkan.

Hari ini, adalah hari terakhir jabatan saya sebagai perempuan bekerja, wanita kantoran. Hari terakhir saya mengenakan ID card sebuah perusahaan broadcasting besar, yang 12 tahun terakhir ini sangat saya cintai. Hari terakhir saya terikat kewajiban-kewajiban sebagai karyawan. Hari terakhir menikmati suasana kantoran dan riuh canda rekan kerja. Hari terakhir saya sebagai orang gajian.

Hari ini juga, menjadi awal hidup baru saya, sebagai SAHM –stay at home mom-. Menjadi koki, guru les, driver antar jemput, full time cheer-leader. Menjadi pendengar pertama celoteh riang dari bibir2 mungil di rumah. Menjadi ibu rumah tangga dengan 24 jam penuh kewajibannya. Menjadi partner nomat (nonton hemat) yang setia setiap saat :D. Menjadi homebaker a.k.a tukang kue seutuhnya. Menjadi diri saya sendiri.

Hari ini, hari yang sudah lama menjadi impian. Allah sang maha mengabulkan doa menunjukkan jalanNya. Berjihad di rumah, pada akhirnya adalah pilihan hidup saya.

Hari ini, Sabtu 30 Oktober 2009, gulir air mata dan derai tawa, adalah bagian darinya.

Wednesday, September 30, 2009

Mie Celor Palembang


Introducing new variant of Indomie; Rasa Mi Celor.
Sementara baru dijumpai di wilayah Palembang dan Bandarlampung (baru satu supermarket di Bandarlampung, konon cuma kadang2 aja adanya dan cepat sekali habisnya).

*bukan sales Indomie*

Senang banget dapet mie instan ini waktu di Bandarlampung sebagai oleh-oleh dari kerabat yang baru pulang dari Palembang, jadi santapan praktis nan lezat waktu kita baru saja sampai di rumah sawangan setelah 10 hari liburan lebaran di Bandarlampung dan 2 hari di Manggarai (jaksel, bukan NTT).

Lezat, lumayan pengobat rindu Mie Celor asli Palembang :)


ini foto mie celor yang asli,
diambil dari http://kotapalembang.blogspot.com

Thursday, September 17, 2009

Lebaran sebentar lagii...

Ramadhan tahun ini sebentar lagi berakhir, hiks. Rasanya baru aja mulai deh. Alhamdulillah tahun ini mas Hafizh kembali ikut berpuasa secara penuh. Sampai hari ini puasanya belum ada yang bolong. Senang sekali tahun ini mas Hafizh terlihat lebih mudah menjalani puasanya. Tidak sering mengeluh haus dan lapar seperti tahun lalu. Lebih tahan godaan walau adeknya bolak-balik sahur didepannya :).

Kesulitannya hanya satu, yaitu saat bangun sahur, duh kalau menunya bukan menu pesanan sejak semalamnya, susah sekali membangunkannya sahur. Padahal kalau sudah bangun mas Hafizh malah nggak mau tidur lagi, nonton kartun atau baca buku sampai jemputan sekolah datang jam 6.30 pagi. Jadi tugas Ibu, selama sebulan mutar otak supaya menu sahur selalu cocok sama mas Hafizh, biar sahurnya semangat.

Tanpa ada iming-iming reward apapun, mas Hafizh mungkin sudah bisa menikmati puasanya. Alhamdulillah. Jadinya malah Ayah yang menawarkan diri mau kasih hadiah, yaitu memory card baru untuk PSP-nya. Tentu dengan sederet janji untuk bermain PSP sesuai aturannya dan pengertian bahwa hadiah ini cuma sedikit bonus, karena hadiah utamanya adalah pahala dari Allah SWT :).

Abang Haqqi, masih belum ikut puasa sama sekali, cukup jadi penggembira kita semua. Seperti di sekolah mas Hafizh, abang Haqqi juga ikutan acara buka bersama di sekolahnya, walaupun justru saat berbuka puasa tiba, setelah acara sulap dan dongeng, dia malah minta pulang, udah kenyang ngemil duluan :D.

Malam ini, insyaAllah H-3 lebaran, kita akan meluncur ikutan arus mudik ke Bandarlampung, berlebaran bersama Nyai, om-tante dan sepupu2 Hafizh-Haqqi disana. Semoga perjalanannya lancar, syukur kalau besok bisa sahur bareng keluarga besar disana. amiin.


Abang Haqqi, mewakili Ayah-Ibu-masHafizh,
mengucapkan:
Mohon Maaf Lahir & Batin
Taqabbalallahumina waminkum
Selamat Idul Fitri semuanyaa...!

Wednesday, August 05, 2009

today's lesson

Dont ever give-up for you don't know
when the glory will come to you
And don't forget to prepare yourself
for you don't know when exactly your heart will stop beating

Thank you mbah Surip, for the lesson you've left
may you rest in peace!

Monday, August 03, 2009

Chickenpox, welcome!




Tanpa demam, tanpa rewel, Alhamdulillah, kedua bintang ini 'menyambut' cacar air dengan baik. Mas Hafizh yang kena lebih dulu tapi nggak ketahuan karena nyaris nggak ada bintik cacar diwajahnya, semua bintik cacar ada di badan dan sebagian lengan. Karena mas Hafizh sudah mandi dan berpakaian sendiri (tidak lagi dibantu ibu) makanya Ibu nggak tahu.

Baru ketahuan waktu hari Jumat siang 31 Juli 2009, setelah bintik yang sama bermunculan diwajah abang Haqqi, karena tiba-tiba mas Hafizh yang baru pulang sekolah (bayangin, sekolah!) nyeletuk, 'aku juga punyaa... nih dibadanku', hehe...

Ke dokter barengan deh -tanpa Ayah karena lagi di Tanjungkarang- naik taksi. Sekali lagi mengucap syukur, menurut dr.Fajar, daya tahan tubuh mas & abang sedang bagus banget, jadi nggak ada demam dan lemas, Alhamdulillah. Bahkan buat abang Haqqi yang nggak pernah dapat imunisasi varicella, dampak penyakit ini nggak begitu berat. Kalo mas Hafizh memang dulu disuntik varicella jadi kondisinya juga jauh lebih baik, bintik cacar gak sampe mendarat di wajah.

Sekarang, hari Senin 3 Agustus 2009, mereka berdua masih istirahat di rumah, nggak sekolah. Mas Hafizh sebenarnya protes, tapi akhirnya nerima juga waktu dibilangin bakal nularin cacar ke teman-teman kalo maksa sekolah. Ibu juga kepingin cuti lagi, tapi mas Hafizh juga yang meyakinkan Ibu supaya tetap ngantor, karena menjamin bakal jagain adeknya :).

Cepat sembuh ya anak-anakku sayang...!





note: Ayah & Ibu juga kompak loh, dulu kena cacar juga barengan di tahun 2002, waktu mas Hafizh masih bayi :)

Thursday, July 30, 2009

Haqqi sekolah!

Photobucket

Playgroup Seruni, Bukit Rivaria Sawangan, kedatangan seorang bocah ceria yang sudah lama menanti tanggal 27 Juli 2009, "mau main posotan" katanya. ;)

Selamat 'sekolah' abang Haqqi..!

Tuesday, July 21, 2009

ke Bandung yuuk...

Sebenarnya gak berniat liburan ke Bandung, mengingat betapa bakal macetnya kota bandung saat weekend dimusim liburan sekolah. Tapi ada undangan pernikahan di tanggal 4 Juli dari seorang kerabat membuat kita jadi juga jalan2 kesana.

Kita nggak berani menargetkan tujuan 'wisata' yang muluk2, hehe.. takut kecewa kalau gak kesampean gara2 crowded-nya kota kembang itu.
Jadi cuma 2 tempat aja yang kita cita-citakan, yaitu Rumah Strawberry di Lembang dan Museum Geologi.

Hari Sabtu siang, sementara Ibu dan Nyai masih stay di tempat resepsi (tempatnya di rumah mempelai, banyak kerabat berkumpul sehingga Nyai betah :D), masHafizh, abangHaqqi dan Ayah 'melarikan diri' dari arena resepsi menuju BIP yang ternyata ada robot2 Transformer disana. Girang sekali bukan cowok2 itu? :D. Mas Hafizh langsung mengajukan proposal untuk beli mainan robot dengan uang tabungannya sendiri.

Ibu menyusul -tanpa Nyai, karena masih belum puas berkumpul dengan para kerabat- dan kita langsung menuju Museum Geologi (tentu setelah cowok2 itu puas ketemu Bumblebee, OptimusPrime, dkk-). Tapi sayangnya museum sudah tutup. Ternyata di hari Sabtu & Minggu museum tutup jam 13.00. Ya sudah, kita berkunjung aja ke kantin sakinah, AyahIbu mau nostalgiah :p. Sekarang namanya jadi EsDurian pak Aip, es durennya masih mantap dan sekarang banyak variannya. Hmmh.. slruup!

Malamnya, setelah menjemput Nyai, kita meluncur ke Ayam Bakar Colombo di Sulanjana, lagi-lagi niatnya nostalgiah jaman jahiliyah :D, tapi apa daya warungnya sudah mau tutup, kemaleman dong. Jadinya kita menuju Cilaki, masih ada nuansa nostalgia juga kok :D.
Menginap di MQ guest house di geger kalong, supaya lebih mudah menuju Lembang esok harinya. Aih.. hotelnya asyik juga ternyata!

Rumah Strawberry, satu kata: puas!. Karena Ibu sudah booking setahun sebelumnya, enggak ding.. cuma tiga hari sebelumnya, kita dapet saung yang asyik dan jatah petik strawberry lebih dulu. Jam 10pagi sudah nongkrong di saung. Pesan paket makan berempat seharga Rp.110ribu, sudah termasuk jatah petik stroberi sebanyak 4 ons (ceritanya masing2 bisa petik 1 ons gitu).
Seperti diduga, abang Haqqi yang paling semangat, harus terus diikuti kalau nggak mau stoberi yg masih hijau ikutan digunting. Hasil akhir nggak sampe 4 ons, tapi gakpapa soalnya sudah masuk perut ibu beberapa buah selama acara petik-petik, hehe.. enak banget loh stroberi segar itu.




Selesai petik-petik, kembali ke saung dan langsung dihidangkan makan siang. Keripik singkong sebagai appetizer-nya enak deh, gratis pula :). Paket berempat yang kita pilih adalah nasi liwet lengkap, lauk gurame goreng, tumis ikan peda asin, lalap kumplit, tahu tempe goreng, kerupuk & sambal. Duh.. yummy banget semuanya. Jangan lupa strawberry fresh juice-nya, aah.. bikin ketagihan pokoknya.




Keluar dari Rumah Strawberry jangan lupa mampir di Tahu Barokah, letaknya gak jauh dari gerbang Rumah Strawberry. Tahu bandung yang enak banget ini oke juga untuk dijadikan alternatif oleh-oleh dari Bandung.

Meluncur menuju Museum Geologi ternyata penuh perjuangan. Seperti yang diduga, Bandung padat sekaliii...! Apalagi museum letaknya didekat lapangan Gasibu yang kalau hari minggu berubah jadi pasar kaget. Alhasil sampai juga di museum, tapi cuma sebentar banget karena sudah mau tutup, pfiuh... nyaris mas Hafizh kecewa lagi. Berhasil juga lihat kerangka dinosaurus dkk. meskipun belum sempat menjelajah seluruh museum karena masHafizh betah di ruangan fosil itu. Next time kita mampir lagi yaa...





Dari museum kita mampir dulu di Sop Buah Cimandiri di belakang Gedung Sate, segeerr! Trus langsung meluncur lagi ke Jakarta meninggalkan Bandung yang masih super padat.

Kata orang Jakarta mah, Bandung emang gak ada matinye yee...! :)

Tuesday, July 14, 2009

Kumite

Beberapa sahabat pernah melontarkan pertanyaan separo retoris seperti ini:
“kalau tahu tidak ada jaminan akan bahagia & tidak disakiti, kenapa juga harus menikah?”
“sebenarnya untuk apa sih menikah, kalau tau hanya mengundang masalah-masalah baru?”
“bukannya lebih enak being single ya? Gak tergantung siapa-siapa, dan belum tentu tidak lebih bahagia daripada yang menikah”

Tentu saja mereka yang punya pertanyaan (atau pendapat) seperti ini berstatus single alias belum menikah. Kalimat2 itu terlontar ketika mereka menyaksikan kejadian2 menyedihkan seputar pernikahan, di televisi maupun yang ‘nyata’ terjadi pada orang-orang terdekat kita.
Saya cuma bisa nyengir karena nggak punya jawaban yang tepat. Tapi saya punya satu analogi asal-asalan yang barangkali mendekati jawabannya.

Dalam dunia beladiri, katakanlah karate, ada tingkatan-tingkatan yang harus dilalui oleh seorang karateka. Tingkatan mereka ditandai dengan warna sabuk yang mengikat pinggang mereka. Setiap kali akan naik tingkat dan menganti warna sabuk yang lebih tinggi, mereka diwajibkan untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat. Semakin tinggi tingkatan yang akan diraih tentu saja ujiannya semakin berat.

Dimulai pada saat ujian pengambilan sabuk hijau, salah satu ujian yang harus dihadapi oleh karateka bersabuk kuning adalah bertanding satu lawan satu, kumite istilahnya. Pada saat kumite selain kemampuan fisik, mental yang kuat dan berani juga harus dimiliki. Saya ingat salah seorang teman Hafizh, yang bersembunyi pada saat kumite akan dimulai pada waktu ujian pengambilan sabuk hijau. Takut. Gimana kalau kena tsuki (pukulan) atau kena geri (tendangan). Alhasil waktu itu perlu bujukan penuh dari Sempai (guru karate) sampai akhirnya dia mau juga mengikuti kumite.

Sebenarnya nggak apa-apa bukan kalau tidak ikut kumite? Daripada badan bonyok-bonyok? Tetap bersabuk kuning aja selamanya, yang penting kan dunia tentram, toh dengan bersabuk kuning tetap bisa terus berlatih karate dan badan tetap sehat?.

Ya nggak apa-apa juga sih. Tapi seandainya seorang karateka selalu rajin berlatih, mengikuti semua petunjuk Sempai, mengikuti semua peraturan dalam karate, pasti kumite dapat dilalui dengan baik tanpa harus terjadi cidera berat pada kedua pihak. Bahkan keduanya bisa lulus dengan baik dan berhak mengenakan sabuk yang baru.
Naik tingkat. Mendapat sertifikat sah, diakui oleh dunia beladiri sebagai karateka sejati, dan yang pasti mendapat kepuasan batin karena bisa melewati ujian dengan baik.

Ah, tapi saya memang belum punya kapasitas untuk memberikan jawaban atas semua pertanyaan diatas, bahkan sekedar analogi asal-asalan seperti ini rasanya tidak memuaskan, bahkan bagi hati saya sendiri :D.

Pada akhirnya saya hanya bisa berdoa, semoga Allah SWT memberi kemudahan kepada para sahabat yang belum menikah untuk segera menyempurnakan sebagian agamanya, menjadikan pernikahan untuk meningkatkan kualitas hidupnya dan menaikkan derajatnya di hadapan penciptanya.

7 Juli 2009
ditulis di hari milad pernikahan ke-9, special untuk 'pasangan kumite'-ku ;)
semoga SangMahaGuru senantiasa membimbing kita dalam menempuh setiap ujian dalam pernikahan. amiin...

Monday, June 29, 2009

Haqqi 3 tahun!



Horee..! Haqqi udah besar, Alhamdulillah udah tidur sendiri (walau kadang malam2 masih suka 'menyeret' ibu untuk pindah tidur ke kamarnya), udah pintar ngoceh dan menyanyi (walau masih cadel), udah nggak ngompol (kecuali kalo sebelum tidur gak pipis dulu :p), udah mau sekolah dua minggu lagi ;).

Tanggal 28 Mei 2009, hari Minggu, hari ultah Haqqi, bertepatan dengan pengajian & arisan keluarga bulanan, sekalian dibuat syukuran deh. Jadi Haqqi bisa tiup lilin bareng sepupu-sepupunya.



Ibu bikin kue ultah bertema Coklat, sesuai dengan kesukaan birthday-boy. Coklat cheesecake, juga cupcake vanila & coklat yang semuanya didekor dengan coklat, hmm... yummy! ;)



Selamat ulang tahun bintangku...
Selalulah gemintang
Selalulah sehat pintar bahagia
Selalulah menjadi sumber kebahagiaan
bagi semua orang...

love you always,
-ayah ibu & mas-

Thursday, June 25, 2009

Siang di Loyang Baking Mart

Dipayungi terik matahari, dari senayan city, dua kali naik metromini plus jalan kaki sekitar setengah kilometer, saya bergegas mencari alamat sebuat toko bahan kue (merangkap cafe, merangkap tempat kursus) yang baru launching milik seorang sahabat di sepanjang wolter monginsidi.

Mampir sebentar membeli rujak buah sekedar buah tangan, dua kali bertanya alamat kepada tukang ojeg -yang saya tahu keduanya berharap saya naik saja ke boncengan motornya- :p.

Sampai di tempat, alamak, ternyata jalan memutarlah yang sudah saya lalui *tepok jidat* padahal dekat sekali lokasinya!.
Penat hilang saat bertemu riuhnya canda wanita-wanita cantik, mencicipi aneka hidangan potluck nan lezat (shame on you rujak! :D).
Maksibar a.k.a makan siang bareng adalah agenda hari itu. Bertukar tawa dan cerita, maka rindu pada teman senasib seperdapuran sedikit terobati.

Rasanya tak ingin kembali ke kantor, tapi tidak bisa tidak, dengan sekantong besar bahan kue hasil belanjaan berdiskon 5%, kaki harus melangkah lagi, melawan matahari lagi dengan dua kali metromini -padahal rutenya pendek2 banget- lagi.

Terimakasih teman-teman, siang yang sungguh menyenangkan bersama kalian!


Sumpah, sampel yoghurt merk Yummy-nya enak banget! gratis, dua botol pula ;)

Tuesday, June 02, 2009

Gaya Haqqi

Anak lanangku yang nomor dua ini ternyata sangat suka difoto. Berbagai pose dia minta dijepret kemudian diintip dipreview-nya kamera, berulang-ulang mencoba aneka gaya, tampak samping, depan bahkan dari belakang. Yang pose tampak belakang ini bikin dia ngamuk kalo kita gak jepret. Kalo udah dijepret nanti dia lihat hasilnya sambil tertawa-tawa senaang sekali. ck ck!


Akhirnya, menjelang usianya insyaAllah 3 tahun, semalam Haqqi dicukur! Iya, dari bayi memang belum pernah dicukur, karena memang nyaris gak ada yg bisa dicukur, haha... Mulai setahun belakangan aja rambutnya mulai banyak. Rambut halus lembutnya itu memang belum banyak banget, tapi sudah mulai gondrong kan :).
Tanpa banyak kesulitan, karena sebelumnya Ayah & Mas-nya juga dicukur, Haqqi dengan sukarela naik ke singgasana tukang cukur langganan dan anteng dicukur sampai selesai. Hehe... padahal sebelumnya kalo kita ajak ke tukang cukur pasti dia menolak mentah-mentah loh.

Setelah dicukur, disuruh bergaya lagi, hayo ajaa...!




Subhanallah... nggantengnyaa anakku...! ^_^