Friday, October 30, 2009

Sedih dan bahagia, dua hal berbeda yang secara ajaib ternyata bisa terjadi pada saat yang bersamaan. Air mata yang bergulir, karena sedihkah? Dan tawa yang terurai, karena bahagiakah? Membingungkan.

Hari ini, adalah hari terakhir jabatan saya sebagai perempuan bekerja, wanita kantoran. Hari terakhir saya mengenakan ID card sebuah perusahaan broadcasting besar, yang 12 tahun terakhir ini sangat saya cintai. Hari terakhir saya terikat kewajiban-kewajiban sebagai karyawan. Hari terakhir menikmati suasana kantoran dan riuh canda rekan kerja. Hari terakhir saya sebagai orang gajian.

Hari ini juga, menjadi awal hidup baru saya, sebagai SAHM –stay at home mom-. Menjadi koki, guru les, driver antar jemput, full time cheer-leader. Menjadi pendengar pertama celoteh riang dari bibir2 mungil di rumah. Menjadi ibu rumah tangga dengan 24 jam penuh kewajibannya. Menjadi partner nomat (nonton hemat) yang setia setiap saat :D. Menjadi homebaker a.k.a tukang kue seutuhnya. Menjadi diri saya sendiri.

Hari ini, hari yang sudah lama menjadi impian. Allah sang maha mengabulkan doa menunjukkan jalanNya. Berjihad di rumah, pada akhirnya adalah pilihan hidup saya.

Hari ini, Sabtu 30 Oktober 2009, gulir air mata dan derai tawa, adalah bagian darinya.

 
posted by ratih at 12:16 | 5 comments
Wednesday, September 30, 2009


Introducing new variant of Indomie; Rasa Mi Celor.
Sementara baru dijumpai di wilayah Palembang dan Bandarlampung (baru satu supermarket di Bandarlampung, konon cuma kadang2 aja adanya dan cepat sekali habisnya).

*bukan sales Indomie*

Senang banget dapet mie instan ini waktu di Bandarlampung sebagai oleh-oleh dari kerabat yang baru pulang dari Palembang, jadi santapan praktis nan lezat waktu kita baru saja sampai di rumah sawangan setelah 10 hari liburan lebaran di Bandarlampung dan 2 hari di Manggarai (jaksel, bukan NTT).

Lezat, lumayan pengobat rindu Mie Celor asli Palembang :)


ini foto mie celor yang asli,
diambil dari http://kotapalembang.blogspot.com

 
posted by ratih at 10:59 | 4 comments
Thursday, September 17, 2009

Ramadhan tahun ini sebentar lagi berakhir, hiks. Rasanya baru aja mulai deh. Alhamdulillah tahun ini mas Hafizh kembali ikut berpuasa secara penuh. Sampai hari ini puasanya belum ada yang bolong. Senang sekali tahun ini mas Hafizh terlihat lebih mudah menjalani puasanya. Tidak sering mengeluh haus dan lapar seperti tahun lalu. Lebih tahan godaan walau adeknya bolak-balik sahur didepannya :).

Kesulitannya hanya satu, yaitu saat bangun sahur, duh kalau menunya bukan menu pesanan sejak semalamnya, susah sekali membangunkannya sahur. Padahal kalau sudah bangun mas Hafizh malah nggak mau tidur lagi, nonton kartun atau baca buku sampai jemputan sekolah datang jam 6.30 pagi. Jadi tugas Ibu, selama sebulan mutar otak supaya menu sahur selalu cocok sama mas Hafizh, biar sahurnya semangat.

Tanpa ada iming-iming reward apapun, mas Hafizh mungkin sudah bisa menikmati puasanya. Alhamdulillah. Jadinya malah Ayah yang menawarkan diri mau kasih hadiah, yaitu memory card baru untuk PSP-nya. Tentu dengan sederet janji untuk bermain PSP sesuai aturannya dan pengertian bahwa hadiah ini cuma sedikit bonus, karena hadiah utamanya adalah pahala dari Allah SWT :).

Abang Haqqi, masih belum ikut puasa sama sekali, cukup jadi penggembira kita semua. Seperti di sekolah mas Hafizh, abang Haqqi juga ikutan acara buka bersama di sekolahnya, walaupun justru saat berbuka puasa tiba, setelah acara sulap dan dongeng, dia malah minta pulang, udah kenyang ngemil duluan :D.

Malam ini, insyaAllah H-3 lebaran, kita akan meluncur ikutan arus mudik ke Bandarlampung, berlebaran bersama Nyai, om-tante dan sepupu2 Hafizh-Haqqi disana. Semoga perjalanannya lancar, syukur kalau besok bisa sahur bareng keluarga besar disana. amiin.


Abang Haqqi, mewakili Ayah-Ibu-masHafizh,
mengucapkan:
Mohon Maaf Lahir & Batin
Taqabbalallahumina waminkum
Selamat Idul Fitri semuanyaa...!

 
posted by ratih at 15:13 | 0 comments
Wednesday, August 05, 2009

Dont ever give-up for you don't know
when the glory will come to you
And don't forget to prepare yourself
for you don't know when exactly your heart will stop beating

Thank you mbah Surip, for the lesson you've left
may you rest in peace!

 
posted by ratih at 11:42 | 2 comments
Monday, August 03, 2009




Tanpa demam, tanpa rewel, Alhamdulillah, kedua bintang ini 'menyambut' cacar air dengan baik. Mas Hafizh yang kena lebih dulu tapi nggak ketahuan karena nyaris nggak ada bintik cacar diwajahnya, semua bintik cacar ada di badan dan sebagian lengan. Karena mas Hafizh sudah mandi dan berpakaian sendiri (tidak lagi dibantu ibu) makanya Ibu nggak tahu.

Baru ketahuan waktu hari Jumat siang 31 Juli 2009, setelah bintik yang sama bermunculan diwajah abang Haqqi, karena tiba-tiba mas Hafizh yang baru pulang sekolah (bayangin, sekolah!) nyeletuk, 'aku juga punyaa... nih dibadanku', hehe...

Ke dokter barengan deh -tanpa Ayah karena lagi di Tanjungkarang- naik taksi. Sekali lagi mengucap syukur, menurut dr.Fajar, daya tahan tubuh mas & abang sedang bagus banget, jadi nggak ada demam dan lemas, Alhamdulillah. Bahkan buat abang Haqqi yang nggak pernah dapat imunisasi varicella, dampak penyakit ini nggak begitu berat. Kalo mas Hafizh memang dulu disuntik varicella jadi kondisinya juga jauh lebih baik, bintik cacar gak sampe mendarat di wajah.

Sekarang, hari Senin 3 Agustus 2009, mereka berdua masih istirahat di rumah, nggak sekolah. Mas Hafizh sebenarnya protes, tapi akhirnya nerima juga waktu dibilangin bakal nularin cacar ke teman-teman kalo maksa sekolah. Ibu juga kepingin cuti lagi, tapi mas Hafizh juga yang meyakinkan Ibu supaya tetap ngantor, karena menjamin bakal jagain adeknya :).

Cepat sembuh ya anak-anakku sayang...!





note: Ayah & Ibu juga kompak loh, dulu kena cacar juga barengan di tahun 2002, waktu mas Hafizh masih bayi :)


 
posted by ratih at 12:37 | 3 comments
Thursday, July 30, 2009
Photobucket

Playgroup Seruni, Bukit Rivaria Sawangan, kedatangan seorang bocah ceria yang sudah lama menanti tanggal 27 Juli 2009, "mau main posotan" katanya. ;)

Selamat 'sekolah' abang Haqqi..!

 
posted by ratih at 12:27 | 2 comments
Tuesday, July 21, 2009

Sebenarnya gak berniat liburan ke Bandung, mengingat betapa bakal macetnya kota bandung saat weekend dimusim liburan sekolah. Tapi ada undangan pernikahan di tanggal 4 Juli dari seorang kerabat membuat kita jadi juga jalan2 kesana.

Kita nggak berani menargetkan tujuan 'wisata' yang muluk2, hehe.. takut kecewa kalau gak kesampean gara2 crowded-nya kota kembang itu.
Jadi cuma 2 tempat aja yang kita cita-citakan, yaitu Rumah Strawberry di Lembang dan Museum Geologi.

Hari Sabtu siang, sementara Ibu dan Nyai masih stay di tempat resepsi (tempatnya di rumah mempelai, banyak kerabat berkumpul sehingga Nyai betah :D), masHafizh, abangHaqqi dan Ayah 'melarikan diri' dari arena resepsi menuju BIP yang ternyata ada robot2 Transformer disana. Girang sekali bukan cowok2 itu? :D. Mas Hafizh langsung mengajukan proposal untuk beli mainan robot dengan uang tabungannya sendiri.

Ibu menyusul -tanpa Nyai, karena masih belum puas berkumpul dengan para kerabat- dan kita langsung menuju Museum Geologi (tentu setelah cowok2 itu puas ketemu Bumblebee, OptimusPrime, dkk-). Tapi sayangnya museum sudah tutup. Ternyata di hari Sabtu & Minggu museum tutup jam 13.00. Ya sudah, kita berkunjung aja ke kantin sakinah, AyahIbu mau nostalgiah :p. Sekarang namanya jadi EsDurian pak Aip, es durennya masih mantap dan sekarang banyak variannya. Hmmh.. slruup!

Malamnya, setelah menjemput Nyai, kita meluncur ke Ayam Bakar Colombo di Sulanjana, lagi-lagi niatnya nostalgiah jaman jahiliyah :D, tapi apa daya warungnya sudah mau tutup, kemaleman dong. Jadinya kita menuju Cilaki, masih ada nuansa nostalgia juga kok :D.
Menginap di MQ guest house di geger kalong, supaya lebih mudah menuju Lembang esok harinya. Aih.. hotelnya asyik juga ternyata!

Rumah Strawberry, satu kata: puas!. Karena Ibu sudah booking setahun sebelumnya, enggak ding.. cuma tiga hari sebelumnya, kita dapet saung yang asyik dan jatah petik strawberry lebih dulu. Jam 10pagi sudah nongkrong di saung. Pesan paket makan berempat seharga Rp.110ribu, sudah termasuk jatah petik stroberi sebanyak 4 ons (ceritanya masing2 bisa petik 1 ons gitu).
Seperti diduga, abang Haqqi yang paling semangat, harus terus diikuti kalau nggak mau stoberi yg masih hijau ikutan digunting. Hasil akhir nggak sampe 4 ons, tapi gakpapa soalnya sudah masuk perut ibu beberapa buah selama acara petik-petik, hehe.. enak banget loh stroberi segar itu.




Selesai petik-petik, kembali ke saung dan langsung dihidangkan makan siang. Keripik singkong sebagai appetizer-nya enak deh, gratis pula :). Paket berempat yang kita pilih adalah nasi liwet lengkap, lauk gurame goreng, tumis ikan peda asin, lalap kumplit, tahu tempe goreng, kerupuk & sambal. Duh.. yummy banget semuanya. Jangan lupa strawberry fresh juice-nya, aah.. bikin ketagihan pokoknya.




Keluar dari Rumah Strawberry jangan lupa mampir di Tahu Barokah, letaknya gak jauh dari gerbang Rumah Strawberry. Tahu bandung yang enak banget ini oke juga untuk dijadikan alternatif oleh-oleh dari Bandung.

Meluncur menuju Museum Geologi ternyata penuh perjuangan. Seperti yang diduga, Bandung padat sekaliii...! Apalagi museum letaknya didekat lapangan Gasibu yang kalau hari minggu berubah jadi pasar kaget. Alhasil sampai juga di museum, tapi cuma sebentar banget karena sudah mau tutup, pfiuh... nyaris mas Hafizh kecewa lagi. Berhasil juga lihat kerangka dinosaurus dkk. meskipun belum sempat menjelajah seluruh museum karena masHafizh betah di ruangan fosil itu. Next time kita mampir lagi yaa...





Dari museum kita mampir dulu di Sop Buah Cimandiri di belakang Gedung Sate, segeerr! Trus langsung meluncur lagi ke Jakarta meninggalkan Bandung yang masih super padat.

Kata orang Jakarta mah, Bandung emang gak ada matinye yee...! :)

 
posted by ratih at 11:09 | 5 comments
Tuesday, July 14, 2009

Beberapa sahabat pernah melontarkan pertanyaan separo retoris seperti ini:
“kalau tahu tidak ada jaminan akan bahagia & tidak disakiti, kenapa juga harus menikah?”
“sebenarnya untuk apa sih menikah, kalau tau hanya mengundang masalah-masalah baru?”
“bukannya lebih enak being single ya? Gak tergantung siapa-siapa, dan belum tentu tidak lebih bahagia daripada yang menikah”

Tentu saja mereka yang punya pertanyaan (atau pendapat) seperti ini berstatus single alias belum menikah. Kalimat2 itu terlontar ketika mereka menyaksikan kejadian2 menyedihkan seputar pernikahan, di televisi maupun yang ‘nyata’ terjadi pada orang-orang terdekat kita.
Saya cuma bisa nyengir karena nggak punya jawaban yang tepat. Tapi saya punya satu analogi asal-asalan yang barangkali mendekati jawabannya.

Dalam dunia beladiri, katakanlah karate, ada tingkatan-tingkatan yang harus dilalui oleh seorang karateka. Tingkatan mereka ditandai dengan warna sabuk yang mengikat pinggang mereka. Setiap kali akan naik tingkat dan menganti warna sabuk yang lebih tinggi, mereka diwajibkan untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat. Semakin tinggi tingkatan yang akan diraih tentu saja ujiannya semakin berat.

Dimulai pada saat ujian pengambilan sabuk hijau, salah satu ujian yang harus dihadapi oleh karateka bersabuk kuning adalah bertanding satu lawan satu, kumite istilahnya. Pada saat kumite selain kemampuan fisik, mental yang kuat dan berani juga harus dimiliki. Saya ingat salah seorang teman Hafizh, yang bersembunyi pada saat kumite akan dimulai pada waktu ujian pengambilan sabuk hijau. Takut. Gimana kalau kena tsuki (pukulan) atau kena geri (tendangan). Alhasil waktu itu perlu bujukan penuh dari Sempai (guru karate) sampai akhirnya dia mau juga mengikuti kumite.

Sebenarnya nggak apa-apa bukan kalau tidak ikut kumite? Daripada badan bonyok-bonyok? Tetap bersabuk kuning aja selamanya, yang penting kan dunia tentram, toh dengan bersabuk kuning tetap bisa terus berlatih karate dan badan tetap sehat?.

Ya nggak apa-apa juga sih. Tapi seandainya seorang karateka selalu rajin berlatih, mengikuti semua petunjuk Sempai, mengikuti semua peraturan dalam karate, pasti kumite dapat dilalui dengan baik tanpa harus terjadi cidera berat pada kedua pihak. Bahkan keduanya bisa lulus dengan baik dan berhak mengenakan sabuk yang baru.
Naik tingkat. Mendapat sertifikat sah, diakui oleh dunia beladiri sebagai karateka sejati, dan yang pasti mendapat kepuasan batin karena bisa melewati ujian dengan baik.

Ah, tapi saya memang belum punya kapasitas untuk memberikan jawaban atas semua pertanyaan diatas, bahkan sekedar analogi asal-asalan seperti ini rasanya tidak memuaskan, bahkan bagi hati saya sendiri :D.

Pada akhirnya saya hanya bisa berdoa, semoga Allah SWT memberi kemudahan kepada para sahabat yang belum menikah untuk segera menyempurnakan sebagian agamanya, menjadikan pernikahan untuk meningkatkan kualitas hidupnya dan menaikkan derajatnya di hadapan penciptanya.

7 Juli 2009
ditulis di hari milad pernikahan ke-9, special untuk 'pasangan kumite'-ku ;)
semoga SangMahaGuru senantiasa membimbing kita dalam menempuh setiap ujian dalam pernikahan. amiin...

 
posted by ratih at 11:49 | 2 comments