Sunday, January 31, 2010

Banyak yang bilang saya bakal 'nggak betah' di rumah aja pasca berhenti kerja kantoran. Beberapa kerabat bilang, "tiga bulan deh senengnya, abis itu juga gelisah pengen ngantor lagi". Saya jadi deg-degan nunggu si tiga bulan ini.

Hari ini genap tiga bulan usia jabatan baru saya. Alhamdulillah saya masih bertahan. Saya belum menemukan satupun alasan untuk merasa nggak betah. Semoga selalu begitu, amiin ya Rabb.

Bagaimana mungkin saya tidak betah berada selalu disekitar makhluk-mahkluk tersayang. Mengantar-jemput anak playgroup yang ganteng, me-ninabobosiang-i, menampung luapan cerita anak SD yang baru pulang sekolah, memenuhi langsung request makanan mereka. Jalan-jalan kapan aja nggak perlu mikirin jatah cuti. Menikmati musim hujan yang saya cintai dipagi dan sore hari dibalik jendela dengan segelas teh hangat, tanpa takut macet.
Sementara order dari toko kue juga Alhamdulillah nggak kurang. Menjemput rezeki sambil direcokin anak-anak seru juga kok!

Kayaknya kecil deh kemungkinan saya nggak betah. Lagian kalau nanya sama para jagoan dirumah, boleh nggak Ibu ngantor lagi? Jawabannya kencang dan serempak: Nggak Boleeeh!

Jadi saya lulus ya masa probation tiga bulan?


 
posted by ratih at 11:53 | 4 comments
Tuesday, January 05, 2010


Photobucket

Bandarlampung, September 2009. Alhamdulillah 6 bersaudara lengkap berkumpul. Semoga lebaran tahun 2010 bisa berkumpul lagi dan sehat semua yaa... Amiin.

 
posted by ratih at 21:17 | 1 comments
Tuesday, December 22, 2009

Nggak perlu ke tempat cukur anak2 yang mahal dengan mainan dan film2 kartunnya. Cukup di barbershop biasa langganan sang Ayah, kedua jagoanku suka banget dicukur. Agak aneh juga mengingat katanya sulit sekali mengajak anak2 ke tukang cukur. Terutama abang Haqqi, yang cuma berniat ngantar mas-nya cukur, lha kok jadi kepengen dicukur juga padahal rambutnya belum gondrong sama sekali. Ya udah diplontos aja.

Dengan suka ria dia naik ke singgasana tukang cukur, diganjal kayu di gagang kursinya supaya tinggi posisi kepalanya. Dan dia serius menikmati setiap menit proses cukurnya. Lihat ketika om tukang cukur menyuruhnya untuk memejamkan mata supaya rambut2 halus tidak masuk ke matanya. Lucu banget ya! :)





 
posted by ratih at 16:13 | 1 comments



Kembali terlempar ke masa lalu, masa-masa rusuh ABG. Tapi kali ini saya menikmatinya bareng bunda-bunda cantik, sahabat-sahabat saya dari dunia maya. Jeng Lilik, jeng Yuni, jeng Rahma dan jeng Levi (plus pakne-nya jeng Levi sebagai pengawal :D). KLa Project Grand Reunion Concert!

Ributnya sudah sejak hampir 2 bulan sebelumnya di thread message facebook, saling mengompori sampai akhirnya memutuskan untuk beli tiket early bird biar murah ;). Tengkyu jeng Yuni sebagai calo tiket kita, love you deh! hehe..

Di hari-H, 4 Desember 2009, hujan badai mengguyur Sawangan. Saya dan jeng Levi, yg rumahnya paling jauh dari pusat perkantoran tempat acara berlangsung, kebingungan mencari cara menuju TKP. ketika ketiga bunda yang lain sudah nongkrong di Ballroom Kempinsky Hotel, kita berdua (eh bertiga deng) masih terjebak macet di sekitar senayan.

Tapi Alhamdulillah, acaranya pake ngaret juga, jadi kita cuma ketinggalan setengah lagu saja. Formasi lengkap plus Ari Burhani dan Sisca ada di lagu Rentang Asmara. Asyik! Walaupun posisi tempat duduk penonton yg terlalu landai bikin leher pegal karena terlalu banyak mendongak. Walaupun banyak juga lagu yang tidak sempat dinyanyikan. Terobati sudah rindu KLa-nya

Malam yang menyenangkan, thanks banget ya ladies! Semoga konser yg lebih besar di tempat yang lebih besar akan diadakan lagi. Nanti kita nonton lagi ya Buns...


di dalam ballroom, nyanyi teruuss!



di luar ballroom, selesai acara, suaranya habis!
psst...bunda2 ini anak pertamanya semua kelas 3 SD loh, kita janjian ya? :)

Ini adalah konser ketiga KLa yang saya tonton. Yang pertama di GOR Saparua Bandung bareng temen-temen kost di tahun '93. Yang kedua di sebuah cafe (lupa namanya euy) di Hotel Mulia bareng si-Mas tersayang tahun '99 beberapa bulan menjelang married ;). Ketiganya asyik, dengan suasana & atmosfer yang berbeda. Menanti yang keempat, ada yang mau join?

 
posted by ratih at 15:26 | 1 comments
Friday, December 11, 2009




Srikaya (Annona Squamosa). Foto asli dari pekarangan rumah. Buah pertama hanya sebuah, berikutnya tiga buah, semoga musim selanjutnya berbuah lebih banyak tidak mau kalah dengan pohon mangga dan jambu biji sesama penghuni pekarangan.

Matang pohon. Rasanya enak, manis sangat!. Menyesapnya penuh hayat lalu diri kembali terlempar ke masa kecil dimana buah ini mengisi salah satu kenangannya. Bedanya dulu pohon srikaya milik tetangga kami yang baik hati itu besar sekali (atau barangkali dulu badan saya yang kecil ya?) sehingga saya gemar sekali memanjatnya. Saya diperbolehkan memetik buah2nya yg sudah setengah matang, 'memeram'nya di kaleng tempat penyimpanan beras ibu saya lalu dengan sabar menunggunya matang satu atau dua hari kemudian.

Sekarang ini, saya juga selalu sabar menunggu buah2 ini matang, tapi matang didahannya. Setiap hari ditengok sampai tiba saatnya dipetik. Tidak perlu dipanjat karena tinggi pohonnya setara saja dengan tinggi badan saya. Pohon ini juga hasil kesabaran saya menyemai benihnya dari biji. Bijinya didapat sekitar 2 tahun yg lalu, dari buah srikaya oleh2 seorang sahabat dari kebunnya di Indramayu.

Sayangnya, keempat buah srikaya hasil 'panen' ini hanya saya seorang yang menikmati. Ternyata kedua jagoan saya kurang menyukai buah ini. Begitu pula suami saya. Atau mereka sengaja memberikan previlage ini sepenuhnya untuk saya? ;)


 
posted by ratih at 22:25 | 0 comments
Tuesday, December 01, 2009
Yup, hari ini pas sebulan sudah saya berkutat dengan profesi baru saya; ibu rumah tangga merangkap tukang kue rumahan.
Ada beberapa hal yang berbeda antara cita2 waktu baru mau resign kantoran dengan fakta di lapangan.

Cita2: bakalan sering update blog ini, blog dapur, juga blog dagangan
Fakta: kelihatan bukan? blognya jamuran! cuma blog dapur aja yg sempat diapdet sekali dalam rangka promosi :p

Cita2: bakalan lebih gaul dengan ibu2 tetangga.
Fakta: hiks, satu kalipun saya belum sempat 'nenangga' atau minimal gabung waktu mereka lagi ngobrol sore2.
Ada juga saya yg dikunjungi sama tetangga, tapi ngobrolnya juga disambi bikin kue :D

Cita2: bakalan rajin olahraga; yoga, jalan pagi & renang minimal @ seminggu sekali
Fakta: cuma yoga aja yang kejadian seminggu sekali, lumayanlah..

Cita2: bakalan sering nomat sama pacar
Fakta: belum pernah! bulan ini harus deh :p

Cita2: bakalan rajin ikutan acara2 milis kuliner
Fakta: acaranya banyak & seru2, tapi cuma meringis aja baca laporan teman2 milis, kenapa juga acara2nya selalu bertepatan dengan order2 (yg lumayan besar) & tidak bisa dibatalkan :(

Saya harap ini hanya masa pancaroba, siklus kaget yg harus saya hadapi karena irama kerja yang masih belum pas.
Semua karena komitmen awal gak mau nolak2in orderan kue malah promosi kemana-mana. Padahal orderan juga gak banyak2 amat, cuma kemampuan SDM masih belum seimbang, jadi yaa..gitu deh :p
Komitmen yang sudah direvisi mulai bulan ini :D

Satu hal yang pasti sama persis antara cita2 dan fakta adalah: bekerja dengan dikelilingi bintang-bintang saya dirumah, saya JAUH merasa lebih bahagia, Alhamdulillah... :)


Sawangan, 2 Des'09 dini hari,
~posting pake hape~ :p
 
posted by ratih at 23:58 | 4 comments
Friday, October 30, 2009

Sedih dan bahagia, dua hal berbeda yang secara ajaib ternyata bisa terjadi pada saat yang bersamaan. Air mata yang bergulir, karena sedihkah? Dan tawa yang terurai, karena bahagiakah? Membingungkan.

Hari ini, adalah hari terakhir jabatan saya sebagai perempuan bekerja, wanita kantoran. Hari terakhir saya mengenakan ID card sebuah perusahaan broadcasting besar, yang 12 tahun terakhir ini sangat saya cintai. Hari terakhir saya terikat kewajiban-kewajiban sebagai karyawan. Hari terakhir menikmati suasana kantoran dan riuh canda rekan kerja. Hari terakhir saya sebagai orang gajian.

Hari ini juga, menjadi awal hidup baru saya, sebagai SAHM –stay at home mom-. Menjadi koki, guru les, driver antar jemput, full time cheer-leader. Menjadi pendengar pertama celoteh riang dari bibir2 mungil di rumah. Menjadi ibu rumah tangga dengan 24 jam penuh kewajibannya. Menjadi partner nomat (nonton hemat) yang setia setiap saat :D. Menjadi homebaker a.k.a tukang kue seutuhnya. Menjadi diri saya sendiri.

Hari ini, hari yang sudah lama menjadi impian. Allah sang maha mengabulkan doa menunjukkan jalanNya. Berjihad di rumah, pada akhirnya adalah pilihan hidup saya.

Hari ini, Sabtu 30 Oktober 2009, gulir air mata dan derai tawa, adalah bagian darinya.

 
posted by ratih at 12:16 | 5 comments
Wednesday, September 30, 2009


Introducing new variant of Indomie; Rasa Mi Celor.
Sementara baru dijumpai di wilayah Palembang dan Bandarlampung (baru satu supermarket di Bandarlampung, konon cuma kadang2 aja adanya dan cepat sekali habisnya).

*bukan sales Indomie*

Senang banget dapet mie instan ini waktu di Bandarlampung sebagai oleh-oleh dari kerabat yang baru pulang dari Palembang, jadi santapan praktis nan lezat waktu kita baru saja sampai di rumah sawangan setelah 10 hari liburan lebaran di Bandarlampung dan 2 hari di Manggarai (jaksel, bukan NTT).

Lezat, lumayan pengobat rindu Mie Celor asli Palembang :)


ini foto mie celor yang asli,
diambil dari http://kotapalembang.blogspot.com

 
posted by ratih at 10:59 | 4 comments