Showing posts with label sekolah lazuardi. Show all posts
Showing posts with label sekolah lazuardi. Show all posts

Monday, June 24, 2013

enam tahun itu, cepat berlalu..



Foto hari pertama mas Hafizh di SD dan hari terakhir di SD alias graduation day.
dulu imut, lucu, gak bisa diam.
sekarang ganteng, kalem, suara kayak bapak-bapak. :D

Perasaan baru kemaren posting hari-hari pertama SD 
sekarang udah graduation ajaa... Subhanallah...




 Tahun ini ibu dapat hadiah 2 piala, jadi ingat juga cerita student of the year  waktu mas Hafizh grade-1, eh sekarang abang Haqqi juga merasakan. Alhamdulillah...

Sesungguhnya piala-piala itu hanyalah bonus saja. Melihat kalian menikmati hari-hari sekolah, belajar dengan gembira tanpa beban berlebihan, mencintai setiap proses belajar, itulah hadiah utamanya!
 I love you boys! ;)


Thursday, December 01, 2011

Jelang SD

Bungsuku yang imut, sekarang sudah lima-setengah tahun usianya, masih duduk di TK-B. Melihat tingkah lakunya yg masih 'bayi' itu, kok rasanya gak tega ngebayangin dia masuk SD ya? :))
Seperti mas Hafizh dulu, ibunya gak pernah mengajarkan baca-tulis-hitung dengan serius, apalagi dibawa ke tempat les. Sambil lalu aja dibawa bermain, sekolahnya pun mengajarnya 'santai' begitu meskipun disediakan juga ekskul baca-tulis-hitung bagi orang-tua yang ingin anaknya 'cepat pintar'.

Haqqi gak ikut ekskul, bukan ibunya gak pengen anaknya cepat pintar, tapi udah yakin kalo anaknya memang pintar, hehe... maksudnya anak-anak mah pasti juga bisa sendiri tanpa harus belajar terlalu serius. Bermain sajalah nak, sepuasmu! :)

Dengan sambil lalu aja Haqqi udah lancar baca tulis sejak mulai masuk TK-B. Belakangan ini berhitung secara logika juga udah lancar sampai angka 30-an.

Sekarang hobinya menulis, menggambar, mencatat penjumlahan, lalu menempel semua hasil karyanya itu di dinding, sampai salah satu dinding (yg dizinkan ibu :D) penuh. Dia sendiri yang menempelkannya pakai selotip dengan memanjat kursi, dan melarang keras siapapun mencopotnya. :))

Ibunya suka ketawa sendiri baca tulisan-tulisannya itu. Isinya berbeda-beda pada setiap kertasnya, kebanyakan berupa daftar benda atau kegiatan. Ada daftar alat-alat dapur, ada nama-nama mainan, ada juga daftar menu makanan. Lucunya, semua kertas pasti dilengkapi dengan nama hari dan tanggal dia membuatnya. :)

Tanggal 26 November lalu, Haqqi juga sudah mulai di-observasi oleh calon SD-nya untuk menilai kesiapan calon siswa. Tidak melewati proses panjang pencarian sekolah seperti waktu mencari SD buat mas Hafizh, sekarang sudah tinggal setor booking-fee aja ke Lazuardi, hehe..

Karena Lazuardi adalah sekolah inklusif (bukan eksklusif, yg menerima murid berdasarkan tingkat kemampuan akademis tertentu), jadi tidak ada tes baca-tulis-hitung, semua diterima berdasarkan first in first serve. Begitu Lazuadi buka pendaftaran, Haqqi langsung daftar, makanya di-observasinya juga duluan.

Sama seperti observasi mas Hafizh dulu, ibunya juga kesulitan mengintip, padahal pengen tau deh gimana Haqqi -yang masih 'bayi'- itu menjawab setiap pertanyaan. Hampir satu jam prosesnya, Haqqi berpindah dari satu meja ke meja lainnya dan ibunya cuma bolak-balik ngintip dari kaca di pintu. :D
Setelah selesai, dinyatakan siap masuk SD, langsung ukur seragam. Alhamdulillah! Haqqi bilang: aku sekarang mau deh masuk kelas satu. Sebelumnya dong bilangnya mau TK aja. :))

Sekarang ini insyaAllah masih ada setengah tahun, buat ibunya untuk menikmati masa-masa punya anak TK. Aihh...

Thursday, July 17, 2008

Kenang-kenangan

Sebentar lagi mas Hafizh akan masuk Grade-2 -sudah nggak sabar tuh dia mau sekolah Senin besok-. Foto di dalam kelas tercinta ini biar jadi kenang-kenangan mas Hafizh bersama teman-teman dan guru-guru di Grade-1.

Photobucket
baris belakang, kiri ke kanan:

Saskia, Diani, Mabel, Kailin, Teacher Yulia, Ila, Nafila, Aqila, Linda, Miria
baris tengah, kiri ke kanan:
Teacher Ranto, Hanif, Papee, Didan, Arda, Nisa
baris depan, kiri ke kanan:
Ali, Naren, Savero, Reva, Alif, Faiz, Sandy, Rasyid, Teacher Chairin, Hafizh

Tuesday, June 24, 2008

Student of the Year!

Wow.. it sounds so cool!. Way to go Hafizh!

Maafin Ibu yang sempat under-estimate kamu ya Nak. Tapi Ibu memang nggak nyangka sama sekali kalo mas Hafizh bisa masuk 9 besar Grade-1. Malahan tadinya Ibu hampir nggak hadir di upacara tahunan yang dilaksanakan sebelum bagi rapor Sabtu lalu. Maksud Ibu biar kita datangnya pas acara bagi rapor aja gitu. Duh.. untung aja Ibu tahan-tahan ngantuk gara-gara semalaman gak tidur karena bikin kue cakep ini :). Ayah dan abang Haqqi juga lagi kebagian tugas deliver kue, rencananya kita ketemuan pas pembagian rapor.

Gak sedikitpun kita membicarakan kemungkinan mas Hafizh dapat piala bergengsi itu. Jadi waktu nama mas Hafizh disebut oleh MC, Ibu ASLI bengong, sementara mas Hafizh dengan pe-denya langsung berdiri dan maju ke depan panggung. Ya Allah, kalau nggak malu sama parents yang lain Ibu pasti sudah menangis Mas! :p.

Sekolah mas Hafizh ini memang nggak mengenal sistem ranking yang biasanya standarnya adalah melulu prestasi akademik. Tapi reward yang diberikan adalah penghargaan Student of the Month (SoTM) berupa piagam setiap bulannya dan Student of the Year (SoTY) berupa piala setiap akhir tahun ajaran.

Kenapa Ibu sampe nggak nyangka? Nilai-nilai ujian mas Hafizh selalu bagus, rata-rata 9,5 deh, tapi Ibu pikir teman-temannya juga pastilah nilainya juga bagus begitu, lah soal-soalnya gampang2 gitu kok :D.
Mas Hafizh 'cuma' satu kali dapat Student of the Month kategori Student who never give-up di bulan November 2007. Ibu pikir SoTY pastilah sudah punya banyak piagam SoTM dong. Ah.. Ibu memang sok tahu deh!
Terus, Mas Hafizh dikenal sebagai anak yang 'gak bisa diam', di kelas kalau dia sudah selesai dengan pekerjaannya dia kerap pindah-pindah tempat duduk untuk mengajak temannya bermain atau sekedar ngobrol. Ini sudah menjadi catatan sejak awal tahun ajaran.

Setelah tanya ke para guru, penilaian SOTY adalah penggabungan antara prestasi akademik (a.k.a nilai2 pelajaran) dan 10 personality/attitude utama (misal: leadership, ibadah harian, kemampuan komunikasi, sikap kepada teman dan guru, keberanian tampil dan berpendapat, dll).
Alhamdulillah, nggak henti bersyukur, memang yang seperti inilah yang Ayah Ibu harapkan, ingat dulu pontang-panting cari sekolah yang punya prinsip seperti itu. Sekolah yang menghargai murid sebagai individu yang istimewa, bukan cuma dalam hal akademik.
Mungkin kalau di sekolah lain mas Hafizh 'si-nggak-bisa-diam' ini sudah dianggap anak nakal, tapi ternyata disini justru hal itu dilihat sebagai 'potensi' oleh para guru, sehingga mereka justru dengan senang hati mengarahkan mas Hafizh kepada hal-hal yang bisa mengembangkan 'potensi'nya itu.


SoTY grade-1 2007-2008, with principal and grade-1 teachers

Sekilas tentang reward piagam Student of the Month, diserahkan setiap bulan pada saat upacara bendera hari Senin. Reward ini diberikan kepada 3 siswa dari setiap kelas, yang dinilai 'menonjol' dibulan itu dalam kategori yang sederhana dan tidak selalu standard. Misalnya kategori Student who eager to learn English, Student who loves to share, Student who is good in math, Student who love singing, Student who has good table manner, dll.
Seru banget kan kategori-nya, gak berarti yang gak pintar di pelajaran gak bisa dapat reward.

Sedangkan piala Student of the Year, diberikan pada akhir tahun ajaran, pada upacara tahunan sebelum pembagian rapor. Juga diberikan pada 3 orang anak dari setiap kelas. Tidak ada kategori, tapi merupakan penilaian gabungan dari prestasi akademik dan good personality.

+ jadi tahun depan aku harus jadi Student of the Year lagi Bu?
- *big hug* mas Hafizh ingat kan pesan Ibu, menang, kalah, juara, nggak juara.....

+ yang penting berusaa...haa...!

- *bigger hug* my good boy!!

Monday, July 23, 2007

Seminggu Pertama


Jangan tanya deh gimana semangatnya mas Hafizh menyambut hari barunya di SD. Ibunya aja semangat banget loh :). Sayangnya meskipun di hari pertama Ibu cuti tapi berhubung mbak Siti juga cuti pulang kampung, jadi mas Hafizh berangkat sekolah diantar sama Ayah saja. Ayah menunggu mas Hafizh selesai 'upacara', setelah masuk kelas baru Ayah pulang untuk jemput Ibu yang sudah selesai beres-beres plus dek Haqqi yang sudah rapi dan siap bermain di sekolah baru mas Hafizh :).

Di hari pertama ini Alhamdulillah gak ada masalah sama sekali, mas Hafizh langsung tune-in dengan kelas barunya. Seperti orientasi di hari rabu & kamis lalu, mas Hafizh masuk ke Grade-1 Surfing (ada tiga kelas Climbing, Surfing & Cycling) dibawah bimbingan Ms. Silma & Mr. Chairin.

Hari itu juga semua perlengkapan sekolah yang sudah kita siapkan kemarin dibawa ke sekolah. Banyak banget deh, ada meja lipat, peralatan sholat, baju ganti, alat2 tulis & mewarnai, buku2 tulis, celemek sampai sandal jepit dibawa untuk disimpan di dalam locker.
Saking hebohnya hari itu, Ibu sampai lupa ambil foto selama di sekolah, padahal kamera stand-by di tas. Sayang banget deh, soalnya besok2 kita gak boleh mengantar sampai ke dalam kelas.

Yang jelas hari ini mas Hafizh gembira sekali. Pulang sekolah waktu Ibu tanya: senang nggak mas di sekolah? jawabnya: senang Bu... tapi senangnya itu senang bangettt! :D

Hari kedua, masih dengan kehebohan yang sama di pagi hari, soalnya selama dua minggu ini sekolah belum menyediakan katering, jadi murid2 harus membawa bekal untuk snack & lunch dari rumah untuk sementara.
Mas Hafizh berangkat sekolah sekitar jam 7, barengan Ayah Ibu berangkat ngantor, iya naik motor, seru kan :). Ini berlaku untuk seterusnya loh, jadi mas Hafizh ikut antar jemput mobil sekolah hanya untuk pulangnya saja.
Sebenarnya hari ini murid grade-1 masih boleh ditunggu oleh orangtuanya, tapi mas Hafizh yang kelihatan sudah enjoy dengan sekolahnya malah nggak mau ditunggu :p.

Untuk grade-1, kelas belajar berakhir jam 1.30, jadi mas Hafizh sampai rumah sekitar jam 2 siang. Waktu Ibu telpon ke rumah jam 2 lewat sedikit, mas Hafizh sudah tertidur dengan pulas sesuai pesan Ibu pagi harinya, soalnya ada jadwal mengaji dan les sempoa sorenya (mas Hafizh menolak keras saran Ibu untuk berhenti les sempoa & les menggambar :p)

Hari ketiga, semua berjalan seperti biasa hanya ada satu bedanya, yaitu hari ini sampai hari sabtu Ibu harus berangkat ke Bandung utk urusan kantor. Jadi pagi itu penuh dengan pesan-pesan untuk mas Hafizh supaya nggak lupa periksa jadwal pelajaran setiap malam (meskipun sekolah nggak pernah 'ngirim' pe-er ke rumah, tapi Ibu mau mas Hafizh selalu menyiapkan diri untuk pelajaran esok harinya).

Pesan-pesan untuk Ayah supaya gak lupa periksa agenda & buku penghubung dari sekolah setiap malam dan yang paling penting untuk 'menyiapkan' mas Hafizh setiap pagi supaya siap berangkat tepat waktu. Juga pesan-pesan untuk mbak Siti & mbak Kun tentang menu2 harian, menu2 bekal sekolah mas Hafizh.
Berat banget deh mau pergi tiga hari ajah :D

Ada kejadian yang bikin deg-degan hari ini. Jam 2 siang, saat Ibu di kantor sedang siap-siap berangkat ke bandung, Ayah telpon mengabarkan bahwa mas Hafizh ditinggal oleh mobil jemputannya. Hah? kok bisa? Ibu panik banget, ngbayangin mas Hafizh 'sendirian' disekolah. Rupanya mas Hafizh menolak ikut jemputan dengan alasan hari ini akan dijemput oleh Ayahnya. Pak Heri -sopir jemputan- memutuskan untuk pulang tanpa mas Hafizh (karena dia keukeuh banget bakal dijemput Ayah) setelah mengabari ke rumah & 'mengembalikan' Hafizh kepada pak Chairin -gurunya-. Pak Chairin lalu menghubungi Ayah dan Ayah berbicara langsung dengan mas Hafizh. Entah gimana mas Hafizh merasa mendapat pesan dari Ibu bahwa hari itu akan pulang dijemput Ayah, hiks miss-communication, padahal pesan Ibu adalah supaya mas Hafizh hati-hati selama di bocengan motor Ayah selama Ibu nggak ada.

Akhirnya Ayah 'menitipkan' mas Hafizh kepada pak Chairin supaya bisa ikut mobil yang berangkat jam berikutnya (jemputan murid grade-3 yang pulang jam 2.30 siang). Kalau Ibunya gelisah selama perjalanan ke Bandung, maka lain halnya dengan mas Hafizh. Menurut laporan dia malah senang bisa lebih lama di sekolah hari itu. Waktu Ibu telpon ke rumah, mas Hafizh malah tertawa-tawa senang menceritakan pengalamannya hari itu. Duh... mas Hafizh!



Hari keempat & kelima, Ibu cuma bisa memantau dari Bandung. Alhamdulillah semua berjalan baik. Dek Haqqi yang baru pertama kali ini jauh dari Ibu, kata Ayah nggak terlalu rewel di malam hari. Mas Hafizh untuk pertama kali sholatnya full 5 waktu, horee... mas Hafizh hebatt!!. Biasanya kan sholat cuma sekali2 saja, tapi sholat berjamaah di sekolah & motivasi guru-guru rupanya cukup membantu janji mas Hafizh untuk rajin sholat setelah masuk SD. Alhamdulillah, semoga terus begitu ya, Nak!

Begitulah cerita seminggu pertama di SD. Semoga semangat mas Hafizh bisa terpelihara sampai seterusnya. Sabtu siang, sepulang dari Bandung (hiks Ayah gak bisa nyusul ke bandung hiks) Ibu tanya: sudah seminggu nih sekolah, gimana rasanya mas? mas Hafizh jawab: Enak banget, kayaknya aku mau sekolah disitu terus Bu!
Haha... mungkin dia pikir ini masih lanjutan masa pencarian sekolah yang selama ini giat kita lakukan.
Tenang mas... nikmatilah masa enam tahun kedepan yaa... Insya Allah.


di atas ada 'kurungan' trampolin favorit mas Hafizh,
tiap pagi lompat2 dulu sebelum masuk kelas :)


daag Ibu... cuma boleh anter sampe tangga ini nih :)
.

..

Monday, January 15, 2007

Mencari Yang Terbaik


Pencarian sekolah untuk Hafizh sudah mulai mencapai finish. Setelah sejak dua tahun yang lalu kita rajin mengunjungi sekolah-sekolah terutama pada saat open house. Dua tahun juga mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang pendidikan sekolah dasar, dan intensitasnya makin tinggi sejak pertengahan tahun lalu. Sudah banyak 'wawancara' dengan para orang tua murid untuk mencari sudut lain penilaian tentang suatu sekolah. Proses hitung-mengitung isi dompet juga sangat alot dilewati :). Akhirnya sampai juga kami pada keputusan akhir. Dengan berbagai pertimbangan, Bismillahirrahmanirrahim, Lazuardi Global Islamic School menjadi pilihan kami bertiga.

Sabtu lalu, kami bertiga di-observasi oleh pihak sekolah. Untuk Hafizh, ini adalah semacam test kematangan & kesiapan psikologis untuk memasuki sekolah dasar. Sama sekali nggak ada test baca tulis, meskipun Hafizh sudah siap juga kalau ditest :). Setengah jam lebih dia di dalam ruangan tanpa merasa kalau sedang diobservasi. Malah keluar dari ruangan dia setengah histeris, bikin orang-orang tertawa, di dalam asyik banget Bu, mainannya banyak!.

Ayah-Ibu juga diobservasi. Mungkin lebih tepat saling meng-observasi ya, karena wawancaranya sangat dua arah. Intinya pihak sekolah ingin menyamakan persepsi dengan calon orangtua murid tentang segala hal yang menyangkut pendidikan & kegiatan calon murid di sekolah.

Alhamdulillah kami bertiga lulus :).










suasana santai observasi hafizh, diintip dari jendela

Pffiuh, ternyata nggak mudah nyari sekolah. Tentu saja sekolah yang sesuai dengan ekspektasi kita. Sangat banyak hal yang harus dipertimbangkan. Setiap sekolah yang masuk nominasi kami masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Makanya setelah keputusan diambil, rasanya legaaa banget. Alhamdulillah.

Berikut ini panduan kami pribadi dalam mencari sekolah buat Hafizh.

1. Landasan Agama
Bagi kami ini hal yang terpenting, usia-usia awal inilah saat terbaik menanamkan nilai-nilai moral & agama kedalam kehidupannya. Harapannya adalah pondasi sudah terbentuk kokoh dari awal, mendirikan bangunan yang kuat diatasnya insyaAllah lebih mudah. Bukannya melepaskan tanggung-jawab pendidikan agama ke lembaga sekolah, tapi jelas sekolah diharapkan dapat membantu mempertegas nilai-nilai yang sudah ditanamkan di rumah.


2. Proses belajar yang menyenangkan & tidak membebani

Cita-citaku sejak dulu, kepengen banget anak-anakku nanti bahagia bersekolah. Sekolah harus menjadi tempat yang sangat menyenangkan buat mereka. Alhamdulillah Hafizh sudah merasakan hal ini, 4 tahun berada di KB/TK tempatnya sekarang tanpa pernah merasa bosan. Jadi harapan kami untuk 6 tahun kedepan insyaAllah Hafizh juga akan senang ke sekolah. Belajar dengan cara menyenangkan.


Kami nggak pengen warisan pendidikan jaman feodal yang kental dengan 'kediktatoran' ikut dirasakan olehnya. Kami ingin Hafizh berkembang sesuai fitrah dirinya. Jadi harus mencari sekolah yang bisa menghargai pribadi-pribadi kecil sebagai mahkluk yang punya masing2 kelebihan dan kekurangan, kemudian memaksimalkan kelebihannya dan meminimalkan kekurangannya. Nilai akademis tidak melulu menjadi hal utama sebagai tolak ukur prestasi.


3. Kerjasama & komunikasi antara orang tua, guru & warga sekolah.

Sekolah harus bisa memfasilitasi hal ini. Bagi kami sangat penting untuk bisa saling membantu dalam memaksimalkan pendidikan dan perkembangan anak.


4. Harga yang terjangkau

Sekolah yang sesuai harapan orang tua yang banyak maunya seperti kita ini biasanya memang mahal (hiks, seandainya pemerintah kita concern sama pendidikan, sd negeri pasti bisa bersaing sama yang swasta).

Seperti kata suhu-ku; mbak Lita, mahal atau tidak itu relatif, tergantung bagaimana kita menentukan prioritas. Bener banget, biasanya kita akan melakukan apapun untuk mengejar prioritas kita kan, jadi nggak ada kata mahal ketika prioritas tsb kita dapatkan.

Calon sekolah Hafizh ini termasuk mahal untuk ukuran dompet kami. Angkanya membuat beberapa rekan dan kerabat membelalakkan mata, buat sekolah aja mahal amat. Hihi... kita cuma menjawab; justruuu buat sekolah, nggak papa dong mahal.

Biarlah dandanan emak-bapake serba butut, asalkan insyaAllah bisa memberikan yang maksimal untuk pendidikan anaknya.

5. Jarak tempuh
Ternyata ini masalah besar. Sekolah-sekolah incaran di depok dengan terpaksa dicoret dari daftar nominasi. Walau masih sama-sama Depok, ternyata -hiks- Sawangan sudah tidak lagi terjangkau mobil antar-jemput. Keterbatasan waktu ortu-nya membuat fasilitas antar-jemput menjadi penting dan masuk kedalam wishlist.


Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, yang telah memberi kenikmatan berbagai pilihan, ketika banyak sekali orang yang sama sekali tidak mempunyai pilihan. Semoga pilihan ini adalah yang terbaik untuk Hafizh, belahan jiwa kami. Insya Allah.

didiklah anak-anakmu
untuk suatu zaman yang bukan zamanmu
(ucapan sayidina Ali bin Abi Thalib)


8 previous comments