
Ujian karate tanggal 16 Maret 2008, jam 7.00 - 15.00 WIB
di Gedung Pemuda KNPI Cibinong, Pemda Bogor
Alhamdulillah Hafizh lulus dan sekarang berhak memakai sabuk hijau.
Osh! *hormat ala karatedo*
Tetap semangat latihan ya Nak! :)
Thursday, April 10, 2008
Sabuk Hijau
Monday, April 07, 2008
Sapu Bersih
Inilah gambaran anak tukang kue :D. Rasanya takjub banget deh kalo lihat si Abang Haqqi yang luar biasa gembira kalo disodori loyang bekas Ibu bikin kue, langsung diambil, cari sendok, cari posisi enak di lantai, hmmm... gak peduli apa-apa lagi, terus asyik sendiri. Padahal biasanya langsung pose loh kalo ada kamera :).
Monday, March 31, 2008
Titipan
selamat jalan Benneth...
Ucap saya lirih ketika jasadnya dibawa ke ambulan untuk dibawa ke rumah duka. Benneth yang lucu, yang selalu setia menemani mamanya begadang bikin kue, yang rajin ikut mamanya kursus dan belanja ke toko bahan kue. Maafkan ya, hanya bisa mengantarmu sampai disini. Tapi doa tak berhenti mengiringi. Bukan, bukan doa untuk untuk kamu Ben, saya yakin kamu yang masih suci ini sudah nyaman dan bahagia dalam rengkuhan Pemilikmu. Tapi doa untuk ayah bundamu, yang kesedihannya pasti hanya sepersekian dari kesedihan yang saya rasakan. Semoga sang Maha Rencana, segera menghapus duka mereka, memberi kekuatan dan keikhlasan dalam mengembalikanmu kepada Pemilikmu yang hakiki.
Tapi airmata saya -yang sulit dibendung sejak mendapat kabar tsb- semakin deras ketika ambulan itu beranjak dari halaman RSPP. Genggaman tangan suami saya juga semakin kencang dijemari saya. Menguatkan. Saya tahu saat itu kami memikirkan hal yang sama. Dua titipan yang kami punya di rumah. Rindu tiba-tiba membuncah, ingin segera memeluk mereka, mengatakan betapa kami mencintai mereka. Teriring doa segenap hati agar Allah SWT senantiasa melindungi mereka, agar kami diberi kesempatan lebih lama untuk menjaga mereka dan membesarkan mereka dengan kemampuan sebaik-baiknya penjaga amanah.
amiin Allahumma amiin...
28 maret 2008
ps. berita lengkap bisa lihat disini
semoga hikmah bisa kita petik dari musibah ini
Friday, March 14, 2008
Last Weekend
Puncak. Villa Tiara Nila. Jumat sabtu minggu dua hari dua malam. Macet dan sudah nggak sedingin dulu (beda tipis lah sama Sawangan, hehe..). Tapi tempat ini masih jadi favorit keluarga besar untuk menghabiskan long-weekend.
Berenang, makan, berenang dan... makan ;)
Taman Situ Lembang. Minggu pagi, langsung dari Puncak. Masih Asyik. Enak pagi-pagi nggak ada yang pacaran :p. Nyari jajanan kampung. Ternyata mas Hafizh doyan banget Tahu Gejrot dan Kerupuk Mie disiram bumbu kacang. Dek Haqqi happy keliling danau, lihat monyet-monyet di pohon dan nontonin yang lagi mancing (ternyata ikan mas-nya lumayan gede-gede loh disana).

Masjid Sunda Kelapa. Resepsi nikah Titie -teman kantor Ibu. Minggu siang, langsung dari Situ Lembang. Ganti baju di mobil (thanks to vkool :D, untung belum diganti, tadinya terlalu gelap kaca filmnya). Salaman sama penganten, nunggu mas Hafizh makan siomay bentar, langsung pulang. Sudah kecapean ngikutin dek Haqqi yang nggak berhenti jalan-jalan :).
*waks..potona belum di-aplod, hihi..*
Wednesday, March 12, 2008
Suara Terindah
Yippie..! dek Haqqi sudah bisa panggil ibunya
Buu...
berulang-ulang, meskipun sudah dijawab berulang-ulang juga,
(gemess banget lihat bibirnya yang meruncing sampai 2 senti :D)
Saya sudah lupa gimana rasanya waktu mas Hafizh dulu pertama kali panggil Ibu,
dan kemarin saya baru saja ingat
ternyata itu adalah suara-suara paling merdu di dunia,
mendengarnya, mampu membuat relung dada menjadi hangat
dan serta merta bahagia!
Alhamdulillah...
Monday, March 10, 2008
kangen

emang anak-anak lagi dimana? di rumah neneknya?
tanya seorang teman ketika saya tanpa sadar bilang kangen sama anak2
loh kok kangen? ntar juga ketemu kan..
wajahnya mengernyit kebingungan ketika saya bilang anak2 ada dirumah
saya cuma nyengir.
nggak tau sih kamu, baru aja sampai di kantor,
saya udah kangen lagi sama mereka.
banget!!
Thursday, February 28, 2008
Metro Big Sale, ck ck..
Jumat pagi lalu, ruangan kantor saya tiba-tiba geger, khususnya oleh para cewek. Dari dinding ruangan kantor kami yang memang full kaca, terpampang sangat jelas spanduk di gedung pusat belanja Plaza Senayan, bunyinya gini: Metro Big Sale, up to 70% Today Only!
Padahal nih ya, menurut teman-teman saya, sudah sejak seminggu sebelumnya Metro memang menggelar diskon besar hingga 50% sampai akhir bulan maret 2008. Tapi spanduk besar di hari jumat itu tetap menggoda teman-teman saya, meskipun sebagian dari mereka sudah sempat belanja sepanjang minggu itu.
Saya pun tergoda. Melirik ke arah kaki, dimana sepatu yang saya pakai kerja setiap hari berpanas-panas & berhujan-hujan sudah mulai sedikit menganga (hehe.. namanya juga godaan, baru mengelupas sedikit aja dibilang menganga). Teman-teman saya juga semangat ngomporin; kemarin sepatu merk-A udah didiskon jadi sekian loh, siapa tau sekarang turun lagi tuh harganya, yuk yuuk..
Jadi deh, saya yang sepanjang minggu itu tidak tertarik walau sekedar melihat-lihat isi Metro, terbirit-birit ikut menyebrang ke Plaza Senayan dengan semangat 2008 yang penuh harapan :p.
Sampai disana, saya yang ternganga! Jauh lebih besar dari nganga-nya sepatu saya :D. Tidak saya duga, Metro penuh dengan manusia, mostly perempuan. Sepertinya saya melihat Becky Bloomwood si shopaholic itu ada dimana-mana. Sempat ragu apakah saya salah masuk gedung perbelanjaan, jangan-jangan ini Tanah Abang menjelang lebaran.
Sangat terasa ekpresi panik bertebaran dimana-mana, kepanikan takut nggak kebagian barang!.
Dua kali saya melihat mbak pegawai Metro ditempat berbeda sedang bersungut-sungut membereskan susunan display sepatu yang gak pernah rapi “tolong dong Bu, jangan diacak-acak lagi, saya capek nih beresinnya” katanya ditujukan kepada siapa saja yang mendengarnya.
Saya pernah melihat pengungsi korban bencana berebut jatah sumbangan. Saya juga pernah melihat rombongan pemulung dengan sukacita berebut menyambut ditumpahkannya isi truk sampah. Dan yang saya lihat hari itu, kurang lebih mirip seperti itu. Agak lebih miris sebenarnya mengingat perbedaan jenis barang yang diperebutkan. Disini justru terjadi rebutan mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah (hey, biarpun diskon 70% kayaknya gak ada yang harganya jadi dibawah 100ribu
Luar biasa. Melihat pemandangan begini mana ada yang percaya kalau
Tumpukan kotak sepatu setinggi kira-kira 1 meter yang semula rapi jali tersusun dengan display contoh sepatu diatasnya, hilang dari pandangan tertutup kerumunan manusia. Saya intip dengan sedikit berjingkat, ternyata semua kotak sepatu sedang diobrak-abrik dengan kalap. Tidak lama kemudian kerumunan bubar dengan meninggalkan pemandangan seperti ini:
Lihat ke arah kasir, MasyaAllah, semua (catat: semua!) kasir dipenuhi antrian ular-naga-panjangnya-bukan-kepalang. Hampir semua yang antri membawa segabruk belanjaan. Seorang teman bercerita dia harus rela berdiri kurang lebih satu jam untuk bisa membayar belanjaannya.
Tapi ternyata aura kepanikan itu menular. Benar-benar menular!. Saya dan empat orang teman saya ikut-ikutan mengantri diujung ular naga itu. Masing-masing menenteng sepasang sepatu dari merk yang sama (iya, si merk A yg sejak minggu lalu sudah diskon dan hari itu tidak berubah harganya). Bukan karena fanatik sama merk itu, tapi karena sudah tidak memungkinkan melihat-lihat merk lain mengingat padatnya manusia. Mungkin juga karena suasana pokoknya-belanja itu sangat mendominasi.
Kira-kira setelah sepuluh menit kami berdiri di antrian (dan belum bergerak maju sama sekali!), barulah tiba-tiba kami sadar, persis seperti orang yang terbangun dari hipnotis yang menguasai otaknya. Sadar betapa dungunya kami ini. Sepatu yang kami pegang itu harganya masih sama seperti minggu lalu dan masih tetap sama sampai akhir bulan depan! Lalu kenapa kami membuang-buang waktu seperti ini. Ya ampun!. Akhirnya kami keluar dari antrian, mengembalikan sepatu merk A ke tempat semula (tanpa terlihat mbak penjaga tentunya), lalu keluar dari gedung plaza senayan sambil terbahak-bahak menertawakan kebodohan kami sendiri.
Lirik kearah kaki, ahh.. sepatu tercinta, kamu masih bagus kok, nggak usah ganti dulu ya, nanti aja nunggu kado *ngedip-ngedip ke Ayah*.
Note:
*Sampai hari ini (6 hari setelah hari yang heboh itu) sepatu yang sempat saya pegang selama sepuluh menit itu masih setia menanti ditempatnya, masih dengan harga diskon yang sama. Tapi saya sudah tidak lagi berminat membelinya. Haha…
*Analisa saya nih, Metro cukup menambahkan beberapa item dengan diskon 70% (yang cuma dalam tempo setengah hari sudah ludess dibeli orang). Beri label Today Only disebelah up to 70%, pasang spanduk dan iklan di harian ternama, maka semua produk yang cuma 20% juga ikut diborong dan macetlah Senayan hari itu.
Salut Metro! Siapa sih konsultan marketingnya? :)
Monday, February 25, 2008
kenapa ya?
kenapa ya,
kok mendadak buntu untuk ngapdet blog ini
sigh...
mohon maaf untuk teman2 yang b/w kemari
dan juga jarang saya b/w-in
*tuh kan, kehilangan bahasa yang benar juga nih*
setelah ini saya akan mengumpulkan kembali
semangat blogging yang hampir hilang :)
sementara, dapat salam sayang dulu dari dek Haqqi yaa..
haqqi, 1tahun8bulan, udah banyak loh rambutnya ;)
Wednesday, January 09, 2008
Selamat Tahun Baru 2008 & 1429H
Jumpa lagi di tahun baruuu! Semoga di tahun yang baru ini Allah makin melimpahkan rahmatNya bagi bangsa ini, memberi ampunan sekaligus petunjuk bagi umat-umatNya di negara ini agar senantiasa memperbaiki diri dan bergerak menuju arah yang lebih baik. Amiin Allahumma Amiin.
Seharusnya saya mengerjakan pe-er yang dikirim sejak sebulan lalu oleh dua sahabat em-pe saya Lusi & Diah, yang -seperti syarat dari pe-er itu- menghendaki saya untuk berubah menjadi lebih baik. Tapi ternyata pe-er kali ini memang agak sulit buat saya, hehe.. biarin deh gak lulus.
Menyusun resolusi tahun baru ternyata nggak mudah. Bagi saya resolusi tahunan itu harus benar-benar sesuatu yang harus dikejar sekuat tenaga untuk tercapai. Jadi 8 buah target -seperti tugas dalam pe-er itu- buat saya kok terlalu banyak untuk resolusi tahunan, hehe.
Jika resolusi dan impian dibuat lalu dilanggar artinya bukanlah resolusi, artinya anda belum terdorong, yakin serta gigih untuk menjadikannya kenyataan. (Jack Zufelt dalam the DNA for success)
Kalau keinginan sih banyak; pengen kurusan, pengen berhaji lagi, pengen rajin olahraga, kadang suka pengen punya anak lagi :p, pengen keliling Eropa, pengen berhenti ngantor, pengen punya offline cakery, waa.. banyak kan.
Keinginan2 itu bukan nggak penting untuk dikejar, cuma untuk jadi target di tahun ini kayaknya masih belum bisa fokus untuk pencapaiannya. Jadi disusunlah resolusi tahun baru yang harus bisa dengan sepenuh hati diupayakan untuk tercapai tahun ini. *gayaaa*
1. Memperbaiki hubungan dengan sang Maha Sayang. Ini juga selalu aja menjadi keinginan. Makanya dalam resolusi tahun ini harus lebih fokus ibadah apa yang harus diperbaiki. Selain shalat tepat waktu & mengaji, puasa senin kamis harus lebih rajin & rutin!. Ayo... kamu bisa!
2. Meningkatkan omzet Ameena-Cakery, hehe.. keren banget bahasanya. Kata mentor saya tertjintah, pasang target itu harus jelas kalo mau tercapai, pasang angkanya!. Oke boss sudah dipasang angkanya, tapi off-the record disini, ditulis di agenda aja :)
Dalam rangka pencapaian target ini, maka muncul tugas baru untuk menata lagi manajemen waktu supaya semua dapet porsi seimbang. Orderan kue tetap gak boleh sampai memotong waktu bareng para lelaki di rumah ;).
3. Bisa nyetir mobil juga motor. Hah?! hari gini baru mau belajar nyetir, hehe.. Belajar nyetir mobil sebenarnya udah sejak jaman SMA dulu, tapi ilmunya gak pernah dipakai. Punya suami baik hati yang siap nganter kemana-mana jadinya makin manja dan makin penakut liat jalan raya di Jakarta. Tapi tahun ini nggak bisa enggak, harus bisa. Abis selalu kebingungan sendiri kalo sopir gantengku itu lagi ke luar kota -yang mana belakangan ini makin sering, hiks- , masa' nggak bisa kemana-mana sih. Kadang ngantar kue terpaksa pake ojeg, kadang juga orderan terpaksa ditolak. Nganter masHafizh sekolah juga bingung kalo lagi gak ada beliau. Nah, doakan saya ya supaya kuat hati untuk mencapai target ini, terutama belajar motor :D.
4. Memperbaiki hubungan dengan lingkungan, terutama tetangga sekitar. Harus lebih care sama tetangga. Belakangan makin jarang kirim-kirim makanan ke kanan kiri, ya itu masalah manajemen waktu yang buruk sampe makin jarang nyoba resep-resep baru. Arisan RT yang jadi sarana silaturahim juga harus lebih masuk prioritas, cuma sebulan sekali tapi kok sering banget bentrok sama acara lain ya.
Nah, rasanya empat target ini cukup untuk resolusi tahun ini. Harus tercapai!
Dan pe-er ini nggak saya lempar kemana-mana, karena selain udah telat banget juga karena saya juga tampaknya nggak lulus bikin pe-er ini, maafkan ya teman-teman... :)
Btw, saya menyusun resolusi ini di malam tahun baru hijriah kemarin bareng-bareng para lelaki saya di rumah loh, termasuk masHafizh dan dekHaqqi (diwakili Ibunya :p).
Resolusi masHafizh tahun ini antara lain:
- lulus belajar Iqro dan masuk ke bacaan Al-Quran (abis setahun ini stuck di Iqro-6)
- full tidur sendiri (sekarang masih bolak-balik pindah kamar)
- makin pinter masak, bisa bikin resep2 yg lain (ya ampuun.. :D)
Kalau resolusi dekHaqqi:
- nggak pipis & pup sembarangan lagi
- lepas dot botol
- nambah vocabulary selain Ayah, Ma (untuk Mas), Mbak, Mamam, Gigi. Pokoknya harus pinter ngomong deh (hehe, ibu dah nggak sabar nih dipanggil sama dekHaqqi)
Nah, doakan kami supaya semua resolusi yang sudah kami buat bisa tercapai yaa...
Selamat tahun baru 2008 & 1429H!
Friday, December 28, 2007
Main di Dapur
Sudah mau akhir tahun aja nih. Lama ya nggak cerita2 disini. Mas dan Adek Alhamdulillah sehat-sehat dan masih rukun selalu. Lagi liburan gini mereka akur banget main bareng di rumah, semoga terus begitu ya!.
Saat ini masHafizh lagi rajin masak, iya masak beneran!. Lucu deh, gara2 nonton vcd Ratatouille, masHafizh jadi tertarik untuk memasak dan nggak bisa dilarang. 'Anyone can cook' kata chef Gustaeu di film itu udah menjadi inspirasi buat masHafizh, tikus aja bisa masak Bu.. apalagi aku :p.
Paling favorit bikin telur acak-acak alias telur orak-arik. Resep ala masHafizh tuh begini:
daun bawang dan wortel diiris-iris, panaskan margarin, tumis deh si daun bawang dan wortel sampai harum, masukkan telurnya, acak-acak, kasih garam sejumput, angkat, lalu taburi keju parut. Selesai!
Masakan ini diberi nama oleh kokinya; Egg-Space (bunyinya egg-spes alias telur special, tapi masHafizh mau tulisannya egg-space aja :D)
Kadang dalam tumisan telur ini ditambahkan nasi juga, plus kecap, jadi deh Nas-Gor-Space!
Sekarang masHafizh jadi rajin nawarin Ayah dan Ibu, mau dibikinin egg-space nggak? :D
Semua dikerjakan sendiri loh oleh masHafizh, mulai mengiris daun bawang & wortel, sampai menumis dan memarut kejunya, bahkan mencuci peralatan kotornya :)). Yang dibantu oleh Ibu atau mbak Kun cuma menyalakan kompor dan memecahkan telur. Menyalakan kompor jelas Ibu yang larang, tapi soal mecah telur bukan karena masHafizh nggak berani, tapi masih belum rapi, daripada egg-spacenya mengandung kulit telur ayam, haha...
DekHaqqi juga suka banget main di dapur nemenin mas-nya, tapi hobinya adalah mengobrak-abrik rak piring dan kulkas. Jadi rak piring kita dibagian tengah cuma buat menyimpan barang2 non pecah belah, begitu juga dengan kulkas.
masHafizh: sreng..sreng..sreng
dekHaqqi: bluk..krompyang.. prang
ibu: nyengirrr...







