Monday, May 11, 2009

Medan dan sekitarnya, 13-18 Februari 2009

Perjalanan yang sudah lewat lebih dari dua bulan, dan saya baru sempat mencatatnya disini. Terlalu! Tapi gakpapa, better late than never katanya. Supaya gak keburu lupa, ini beberapa titik yang menyenangkan selama disana. Semua perjalanan ini dilakoni oleh kita berempat: Ay, Ibu, Hafizh, Haqqi, juga Barop (kakak perempuan tertua Ibu, red) sekeluarga yaitu Barop, pak Barop, Ayuk Della, Ayuk Ghea dan juga Emak yang setia bantuin kita repot-repot.

Burung Goreng di Pematang Siantar
Baru sekali ini saya makan burung, selama ini gak pernah tega rasanya membayangkan hewan imut itu dimakan. Tapi dong ternyata, sumpah enak!. Burung yang kami pesan waktu mampir di Siantar dalam perjalanan kami menuju Danau Toba adalah burung Ruwa-ruwa dan Belibis. Rasanya hmmm.. gimana ya, enak banget pokoknya. Kata Ay di Jakarta gak ada burung goreng seenak itu. Saking kekenyangan sampe lupa foto-foto disini :p.


masHafizh sukaaa deh berenang di danau Toba

Danau Toba
Ke Sumatera Utara nggak ke Toba pasti gak afdol ya. Pemandangannya indah dilihat dari sudut manapun. Cerita legenda pemuda Sam yang diusir oleh ayahnya, membuat mas Hafizh semangat kepengen melihat Danau Toba. Kita nggak menginap di tepi Danau Toba, rombongan memutuskan untuk menginap di Pulau Samosir.


@hotel Carolina-Samosir, Hafizh-Haqqi & their cute cousins, ayukDella & ayukGege

Pulau Samosir
Menyebrang danau naik kapal feri selama kurang lebih satu jam kita sudah sampai di pulau nan indah itu. Sempat kaget karena sebelumnya mengira pulau samosir itu kecil, hehe ternyata luas yak. Nggak nyangka ada kampung wisata yang nyaman disana, banyak bule juga kayak di Bali :p.

Kita menginap di hotel Carolina. Hotel yang asyik banget untuk berlibur secara posisinya yang agak menjorok ke arah danau, jadi lebih private suasananya.
Menginap di tepi danau adalah pengalaman yang baru. Biasanya berlibur di gunung (Puncak misalnya) cuacanya dingin tapi pemandangannya ya gunung aja. Atau berlibur di pantai (Anyer misalnya), cottage di tepi pantai, cuacanya panas tapi bisa main pasir, main air atau berenang di pantai.

Nah, di Samosir ini rasanya adalah gabungan dari keduanya (Puncak dan Anyer). Kamar hotel kita hanya beberapa langkah menuju air danau, melewati tanah berpasir lembut seperti di pantai, dengan cuaca yang dingin sejuk serta berangin. Sedap deh pokoknya. Berenang di danau juga tampaknya mengasyikkan, tanya aja sama mas Hafizh, Barop dan pak Barop yang seru banget berenangnya.
Sunset dan sunrise-nya juga cantiik... Subhanallah!


@hotel Carolina - Samosir, love the sunrise!

Pertunjukan Sigale-gale di Tomok.
Masih di pulau Samosir, ada pertunjukan tari namanya Sigale-gale. Yang menari adalah patung, hehe.. tentu ada yg menggerak-gerakkan di belakangnya mengikuti irama musik. Kalau nggak mau lihat pertunjukannya juga gak papa, secara pusat belanja oleh-oleh juga terdapat di daerah Tomok ini. Tapi ingat, harus jago menawar ya ;)


patung Sigale-gale, lil bit scary... :D


@ Puncak Tele, puncak tertinggi di perjalanan Toba menuju Medan via Brastagi

Puncak Tele
Meninggalkan pulau Samosir menuju Medan lagi, kita mengambil arah sebaliknya. Tidak naik kapal Feri lagi tapi hanya 'menyebrang' jembatan kecil lalu melewati jalan menanjak yang berliku-liku hingga sampai di puncak ketinggian yang disebut Puncak Tele. Disana kita beristirahat, membuka bekal piknik, sambil menikmati pemandangan Danau Toba yang super indah.
Baru tau deh kalau ternyata yang disebut Pulau Samosir itu sebenarnya tidak bisa disebut pulau karena sesungguhnya Samosir tidak terpisah dari daratan. Tapi sekarang Samosir sudah 'dipisah' dengan dibuatkan parit besar dan dihubungkan dengan jembatan kecil yang kita lewati tadi, jadi sekarang sudah benar-benar menjadi pulau ;)


@Kabanjahe, mborong jeruk Medan & istirahat di Masjid Agung Kabanjahe

Kaban Jahe - Brastagi
Menuju Medan, kita menempuh jalan yang cukup panjang, melewati beberapa kota kecil, salah satunya adalah Kabanjahe. Disana tempatnya jeruk Medan yang terkenal itu. Selain mampir memborong jeruk, kita juga beristirahat di Masjid Raya Kabanjahe. Senang bisa menemukan Masjid besar dan indah berarsitektur lokal disana.


mandi air panas, abangHaqqi ogah nyemplung :)

Pemandian Air Panas Brastagi
Selain jagung bakar dan udara dingin sejuknya, ternyata di Brastagi ada kolam pemandian air panas. Asyik banget loh ternyata, berendam di kolam private air hangat ditengah udara yang dingin. Perpaduan yang unik kan. Habis berendam, jangan salahkan kalau makan jadi banyak dan mata mengantuk ;)


@Ucok Durian, mau yang manis atau yang pahit?

Ucok Durian
Penyuka durian pantang melewatkan buah yang tidak kenal musim ini di Medan. Penjual durian yang terkenal disana salah satunya adalah Ucok Durian. Kedai durian disini persis seperti kedai makanan kaki lima seperti di Jakarta. Ada meja panjang dan beberapa kursi plastik, di atas meja disediakan tissue, air mineral gelas & mangkuk cuci tangan. Nanti durian yang sudah kita pesan akan diantar ke meja dalam keadaan sudah dibuka alias siap makan. Mantap pokoknya!


where's our next trip? ;)

Pesawat Terbang
Secara ini adalah perjalanan perdana buat Hafizh & Haqqi dengan pesawat terbang, maka poin ini menjadi penting untuk ikut dicatat :). Mereka berdua amat sangat menikmati kedua penerbangan Jakarta-Medan-Jakarta.

Menyenangkan sekali liburan kali ini. Thanks for the host, Barop sekeluarga,
jangan kapok yaa... ;)

Thursday, April 02, 2009

Setiap Akhir Maret

Akhir bulan Maret tahun ini ada kegiatan yang gak seperti biasanya, yaitu bersibuk-sibuk dengan yang namanya pajak. Kenapa rasanya kok ribet banget ya, padahal semua pajak penghasilan saya masih dibayar penuh oleh kantor, yang artinya saya hanya tinggal 'menyalin' isi formulir 1721 ke formulir 1770 dan kemudian menyerahkannya ke kantor pajak.
Tetap aja ribet, secara NPWP masih terpisah dengan punya suami, berarti di rumah saya juga bertugas mengisi form SPT milik suami saya, yang mana isinya lebih ruwet ketimbang milik saya :p.

Terasa ribet mungkin karena ini adalah kali pertama bagi kami, punya NPWP pribadi (yang masih terpisah karena bikinnya sendiri-sendiri, hihi...), melaporkan semua asset yang dimiliki (yang karena jumlahnya sedikit makanya terasa repot, soalnya kalo assetnya banyak bikin SPT pasti dibantuin konsultan :p), dan kemudian menyetorkannya di kantor pajak (haa.. itu bagian suami saya, karena SPT saya cuma tinggal di-drop dikantor).

Ada hal lain yang sangat terasa oleh saya saat berhadapan dengan form SPT tahunan. Saya teringat almarhum Ayah saya. Saat saya masih kecil, saya sering kali menemani beliau mengisi form SPT di meja kerjanya. Dengan teliti mengisi kotak demi kotak dengan tulisan beliau yang tegak sedikit miring ke kanan.
Setelah proses pelaporan dan pembayaran selesai, beliau akan menyimpan copy lembaran2 tsb. di laci lemari beliau yang paling atas untuk kemudian dikeluarkan kembali tahun depan sebagai acuan SPT berikutnya.
Soal simpan menyimpan di laci ini menjadi sebuah rekaman yang masih sangat jelas di kepala saya, mungkin karena saya sering mendapat mandat untuk mengambil dan menyimpan dokumen2 beliau.
Ketika saya semakin besar dan tulisan saya sudah dianggap bagus, saya pernah mendapat kehormatan untuk menyalin formulir tersebut sambil didiktekan oleh beliau.

Bayangkan, itu terjadi puluhan tahun lalu, dimana NPWP pribadi belum menjadi wajib dan ancaman bagi yang tidak melaporkan pajaknya belum ketat seperti sekarang ini.

Ayah saya tidak pernah menjadi pegawai kantor manapun yang bisa otomatis memotong penghasilannya dan memberikan form 1721 untuk disalin. Seumur hidupnya -dan ayahnya dan kakeknya dan buyutnya- hanya pekerjaan berdagang yang mereka kenal. Penghasilan Ayah saya dari perniagaannya juga sangat biasa-biasa saja sehingga mustahil bagi kantor pajak untuk tiba-tiba mengaudit kekayaannya.

Saya simpulkan, bahwa Ayah saya memang dengan kehendak dan kesadarannya sendiri bersusah-susah melaporkan pendapatannya yang tidak seberapa itu setiap tahun. Luar biasa? Ya, terutama bagi saya yang selalu 'negatif-thinking' sama pajak mengingat betapa sedikitnya hasil dari pajak itu yang kembali lagi kepada rakyat.
Menyesalnya saya tidak ingat percakapan kami waktu, karena pasti beliau pernah menjelaskan alasan dilakukannya semua kegiatan tahunan itu.

Baru saat ini -ketika saya merasa ribet hanya karena formulir pajak pribadi- saya menyadari betapa taat-pajaknya Ayah saya itu, betapa baik-hatinya beliau kepada negaranya :).
Tampaknya bakal berulang setiap bulan Maret, saya akan terkagum-kagum oleh kenangan yang satu ini.


30 Maret 2009
Miss you a lot, Pap...

Wednesday, January 28, 2009

2 tahun 7 bulan


Photobucket

Selamat ulang bulan Haqqiku..Align Centertetaplah sehat, tetaplah ceria dan tetaplah
menularkan keceriaan itu pada semua orang..
love you, nak!

Tuesday, January 20, 2009

Enjoy life

World is our playground. The children know it, but we forget it as we are getting older.
Kurang lebih begitu deh quotation yang sempat saya ingat waktu nonton film Yes Man kemarin. Intinya adalah kita seharusnya menikmati hidup, apapun keadaannya, nikmati kehidupan ini, maka segalanya akan terasa jauh lebih baik, jauh lebih indah.

Sayapun menikmati saat nonton film ini berdua sama Ay. Sangat menikmati. Malam sebelumnya saya nyaris tidak tidur karena mengerjakan orderan kue (cuma terlelap sebentar waktu ngelonin abang Haqqi yang terbangun menjelang subuh), paginya langsung ngantor setelah kue2 diantar. Ngantuknya jangan ditanya. Tapi kerjaan di kantor bikin nggak ingat lagi sama kantuk.

Menjelang siang, saya telpon si Ayah. Rupanya setelah mengantar saya ke kantor, beliau ini ‘main’ di Poin Square. Lagi liat-liat DVD. Well, he’s enjoying his life more than I am (I mean.. hey, it was Monday!!)

“di giant adanya stoberi organik, mahal, isinya dikit” (sebelumnya saya sempat titip beli stoberi buat orderan kue berikutnya)
“ya udah gapapa ”
“cari di karfur dulu deh ya”
“gak usah. hmm….Ay kesini aja deh..”
“kemana?”
“ke senci”
“haa.. ngapain?”
“ngantuk nih, kita nonton aja yuk..”

Liat jadwal film di 21cineplexdotcom, setengah jam lagi film barunya Jim Carey diputar. Pas sama jadwal istirahat kantor saya :D.

Begitulah, si penyuka film itu langsung meluncur kembali ke kantor istrinya. Pintu teater dua dibuka persis saat beliau tiba di XXI.
Nah, saya pikir kalau film ini membosankan, saya tidak akan ragu atau merasa rugi untuk tidur di bioskop. Ada lengan yang hangat buat bantal :p. Tapi ternyata saya mendapatkan cara refreshing lain selain tidur. Filmnya lumayan lucu. Nggak tidur tapi malah tertawa hahahihi melepas hormon endorphin.

Abis nonton, hormon adrenalin juga minta dilepasin, waktu sadar dompet di saku jaket menghilang. Panik banget!. Untung pak satpam yang siaga dengan senternya berhasil menemukan dompet itu lagi santai-santai di kolong kursi. Pfiuh.. jadi nyengir kuda mulu. Kita makan siang di resto fast food, di pojok favorit dengan pemandangan kolam teratai lapangan golf simprug senayan. Betah deh berduaan disana kalo nggak ingat harus buruan kembali kerja. Ay masih nerusin ‘main’ di Senayan city sambil nunggu jam kerja istrinya berakhir untuk pulang bareng ke rumah.

Bener juga sih kata dek Gita Gutawa, tak perlu keliling dunia deh. Di deket-deket sini aja, dengan cara sederhana, waktu yang singkat, bisa juga enjoying life..and happy!

Tapi keliling dunia juga kenapa enggak?! ;)


Tuesday, December 23, 2008

Mumet


Kalo isi kepala rasanya udah kepenuhan gini, tiba-tiba aja ngayal seandainya bisa punya pensieve seperti di dunia Harry Potter. Memori-memori yang kurang penting atau justru terlalu penting sehingga bikin kepala puyeng, bisa dikeluarin dari kepala (pake tongkat sihir, berarti harus ngayal punya tongkat sihir juga dong :p) lalu disimpan di baskom ajaib itu.

Hmm.. asyik banget kayaknya. Kepala pasti jadi lebih enteng. Kapan aja kita mau lihat memori-memori itu, tinggal 'terjun' ke dalam pensieve. Terus bisa mereview memori tadi dengan lebih jelas, jadi kayak nonton film aja.
Kadang kalau kita menjadi penonton atau pihak luar, masalah tiba-tiba jadi kelihatan gak terlalu rumit juga. :)

Genius woman, J.K. Rowling!

Wednesday, December 10, 2008

Peace!




Berkat didikan intensif dari mas Hafizh, akhirnya abang Haqqi bisa juga ber-peace-ria, walaupun kedua jarinya masih merapat kaku :D

Sebelumnya begini nih model peace-nya.


Smile and peace!!

Tuesday, December 02, 2008

Minggu pagi

di halaman masjid Sundakelapa

di bawah pohon rindang, gelar tikar, dengerin pengajian pagi, anak-anak berlari kesana kemari, buka bekal dan jajan bubur kampiun

damai, tentram,
Alhamdulillah... charger for the next weekdays :)

Photobucket

Ada Nyai, mamaIwan, tanteDilla, Kahla & Khairan, seru!!

Friday, November 28, 2008

Ikut Ayah kerja



Haqqi: Aku bingung nih, diajak ikut Ayah kerja tapi kok kantor Ayah
di tengah kebun begini ya?

^_*

Tuesday, November 11, 2008

Lolos

Memangnya setelah lampu merah Al-Azhar menuju blokM itu masih wilayah tri-in-wan ya?. Sungguh kami berdua nggak tau. Pantas saja semalam mobil kami distop sama pak polisi.

Polisi : bla..bla..bla
Suami : ya sudah ditilang aja pak
Polisi : kalau ditilang nanti dendanya 125ribu pak
Suami : iya nggak papa, saya mau buru-buru shalat maghrib nih pak

Pak polisi pergi membawa SIM suami saya dan bergaya seperti mau membuat surat tilang, tapi suami saya juga nggak turun dari mobil. Lalu pak polisi tadi kembali lagi ke sisi mobil kami.

Polisi : dendanya bisa dititip aja disini
Suami : nanti biar saya bayar di ATM aja pak
Polisi : sudah titip disini aja ya, berapa aja deh (dengan nada gak tau malu, malu? bahasa apa tuh? :p)
Suami : aduh pak, saya benar-benar mau ngejar magrib (nggak bohong, maghrib bentar
lagi abis)

Polisi : jadi nggak mau nitip denda disini? bla..bla..bla (intinya tetep minta uang damai, huh)

Saya terus-menerus menyikut tangan suami saya, memberi kode supaya jangan mau disuruh nyuap. Yang nyuap sama yang disuap dosanya sama. Rugi!.

Suami : terserah bapak deh, saya mau shalat magrib nih (terserah tapi diam aja nggak
ngasih uang, hihi..)

Polisi : ya sudah jalan aja pak (dengan nada kesal, sambil ngasih SIM suami kembali)
Suami : oke makasih pak!

Huahaha.. baru jalan berapa meter kami nggak tahan lagi melepas tawa. Sungguh, polisi yang lucu. Apa karena kata 'shalat maghrib' yang benar-benar ditekankan oleh suami saya itu yang membuatnya menyerah melepaskan kami begitu saja?. Wallahualam.
Yang jelas kejadian itu benar-benar berkesan dan mewarnai perjalanan kami menembus macetnya Jakarta malam itu.

Polisi oh polisi. Prihatin saya pak..

Wednesday, October 29, 2008

Keliru

Jakarta, awal-awal minggu, diguyur hujan, maka lengkaplah kemacetan jalan raya pada jam pulang kantor. Karena suami saya menjemput dengan mobil, sudah bisa dipastikan kami sampai dirumah jauh lebih malam daripada biasanya jika bermotor-ria. Baru jam 8.30 sih, tapi ternyata sudah cukup malam bagi Hafizh & Haqqi karena mereka sudah tidur saat kami tiba di rumah. Dua hari, saya melewatkan saat bercengkerama berempat sepulang kantor karena mereka berdua terlanjur mengantuk saat menunggu kami pulang.

Semalam saya benar-benar termenung disisi kedua bintang saya itu, memandang wajah mereka yang luar biasa surga saat mereka terlelap. Bagaimana mungkin saya bisa melewatkan ritual rutin menjelang tidur bersama mereka, melewatkan acara ngobrol ngalor-ngidul, melewatkan ciuman selamat malam mereka, melewatkan saat mereka berebut dininabobo oleh saya. Bagaimana bisa saya melewatkan salah satu moment yang membahagiakan dalam hidup saya itu.
Mata saya mengembun, saya rindu sekali dengan mereka. Sejuta maaf saya bisikkan ke telinga mereka, semoga mereka membawa serta saya ke dalam mimpi indah mereka.

Damainya tidur malam itu jadi terasa ada yang kurang. Sungguh tak sabar saya menunggu pagi, supaya bisa melihat kembali senyum mereka yang mengembang saat melihat ibunya 'sudah pulang' dan merasakan lagi pelukan hangat mereka yang bertubi-tubi.

Tiba-tiba saya sadari, sepertinya saya keliru selama ini. Ternyata sayalah yang sangat membutuhkan mereka, mungkin lebih daripada mereka membutuhkan saya. :)

Monday, October 27, 2008

Bintang-bintangku


HAFIZH, 7 tahun 5 bulan

* Sekarang makin kurus, walau porsi makan gak berubah, makin tinggi kali ya? BB terakhir 28kg (nimbang di RS minggu lalu waktu kena radang tenggorokan)

* Ramadhan tahun ini puasanya sebulan penuh loh, heybat mas!

* Dapet hadiah PSP (PS portable) dari Ayah, jatah mainnya 2 x 1jam sehari, tiap sabtu dan minggu :)

* Mulai September kemarin berangkat sekolah ikut mobil jemputan tiap jam 6.30, kasian si Parijo (motor kita) udah keberatan ditunggangi tiga orang besar tiap pagi :D






HAQQI, 2 tahun 4 bulan

* Bos kecil ini sih kayaknya beratnya masih segitu aja, 13,5 kg (nimbang bareng Mas-nya kemarin, sama kena radang tenggorokan juga)

* Tapi dong makin aktif ;). Kaca meja tamu akhirnya pecah juga (setelah 2 hari diketok2 pake botol balsem, gak bisa dilarang) dan dia cengar-cengir aja walau ibunya pucat lihat jarinya berdarah banyak banget, hiii...

* Masih ngenyot jempol, makin parah dengan variasi kegiatan lainnya selama ngenyot. Kan dia ngenyot jempol tangan kiri, nah jari tangan kanannya pasti ngoprek2 sesuatu. Nomor satu yg dioprek2 yaitu jari tangan ibunya (sampai iritasi pokoknya, hiks), alternatif kedua: bibir ibunya (yg memang cenderung kering). Kalo ibu gak ada, dia ngoprek2 bekas luka yg ada dibadannya sendiri, luka yg hampir kering gitu. Kalo gak ada luka, dia ngoprek2 sablonan gambar di baju/celananya -yg sedang dipakai maupun tidak- sampe mengelupas semua.
Ada yang tau obat ngilangin menghisap jempol gak? ;)