23 Mei 2008
Alhamdulillah...
Semoga mas Hafizh selalu menjadi anak berbahagia
dan selalu membahagiakan orang lain
Semoga mas Hafizh selalu menjadi anak penyayang
dan selalu disayang banyak orang
Semoga mas Hafizh menjadi anak pemberani
dan hanya takut melanggar perintah Allah
Semoga mas Hafizh senantiasa sehat
dan senantiasa dalam lindungan SangMahaPenjaga
Selamat Ulang Tahun ke-7, mas Hafizh...
doa Ayah-Ibu selalu menemani.
Monday, May 26, 2008
Hafizh is 7!
Monday, May 19, 2008
Thursday, May 08, 2008
Hujan
Saya suka hujan. Sukaaa sekali. Berada dibalik kaca jendela saat hujan di siang hari, mendengarkan gemerciknya saat menabrak kaca jendela, apalagi ditemani segelas coklat hangat, plus anak-anak yang terlelap dalam tidur siang mereka di sebelah saya, wow, it’s heaven! Menikmati gemerisik daun pohon mangga dan jambu biji dihalaman yang bermain bersama deras air hujan, mengirim rasa mendadak romantis yang kadang mencengangkan.
Ketika hujan mulai mereda, buka lebar daun jendela dan saya biarkan wangi rumput dan tanah basah mengisi segenap ruang kamar, pejamkan mata, lalu hikmat meresapi salah satu aroma favorit hidup saya itu. Segar, dan damai!.
Waktu kecil, saya ingat sekali betapa gembiranya saya ketika hujan deras turun. Saya bisa merengek kepada ayah saya agar diizinkan bermain hujan bersama teman-teman kecil saya yang sudah melonjak-lonjak girang menangkap air hujan di pekarangan tetangga. Suara riuh mereka membuat saya teruus merengek sampai Ayah saya mengizinkan. Saat Ayah saya mengangguk tanda memberi izin, tak terkira gembiranya saya bergabung bersama para pencinta hujan di seberang rumah saya itu.
Kalau tidak diizinkan karena kondisi badan yang kurang sehat, saya cukup puas diperbolehkan berjalan-jalan di bawah payung di halaman rumah, mondar-mandir menendang-nendang air yang menggenang sampai hujan reda. Mungkin itulah cikal bakal kenapa saya sangat menyukai hujan.
Sekarang, seharusnya hujan menjadi musuh saya karena sering membuat saya dan suami basah kuyup saat pulang kantor. Tapi enggak, saya tetap menikmati hujan saat bermotor. Bermain hujan dengan cara yang lain bukan?. Suami saya sudah tidak lagi bertanya apakah kami harus menepi dipinggir jalan menunggu hujan reda, karena jawaban saya pasti gelengan kepala, saya akan memilih berhujan-ria sampai rumah. Jadi kalau bertemu saya & suami ditepi jalan sedang berteduh, itu pastilah inisiatif suami saya yang tidak bisa saya bantah :D.
Saat di kantor, hujan juga saya nikmati (walau tetap rindu pada kamar tidur saya plus anak-anak dan coklat hangatnya). Dinding ruang kantor saya di lantai 20 yang full kaca, memberi pemandangan lapangan golf Simprug Senayan yang hijau buram disiram hujan. Kadang hujan angin terlihat sangat jelas berputar-putar dan sesekali menabrak dinding gedung. Mengerikan sekaligus indah. Subhanallah.
Adakah bagian menyebalkan dari hujan bagi saya?. Sebenarnya ada. Yaitu saat hujan disaat pagi dihari kerja. Bukan karena repotnya persiapan menghadapi hujan (jas hujan, sandal jepit, baju ganti, dll), tapi karena godaan si kamar tidur yang sulit sekali diabaikan, selimut yang hangat dan segala sesuatu di paragraf pertama tadi. Sungguh sebuah pertarungan berat antara tetap tinggal di rumah dan sisa cuti yang makin menyusut :D.
Lalu macetnya jalan raya Meruyung karena genangan air berteman dengan lubang-lubang besar di jalan yang rusak? Banjir yang pasti melanda sebagian
Bahkan saat hujan adalah salah satu saat dimana doa menjadi mustajab. Jadi kalau hujan turun, nikmati dan kirimkan saja semua pinta ke langit dan yakinkan bahwa cintaNya juga tak akan pernah berhenti tercurah kepada kita.
Lalu, bagaimana mungkin saya bisa tidak suka dengan hujan? :)
Monday, April 28, 2008
Wisata Enterpreneurship TDA Srikandi
27 April 2008. Sehari yang seru, heboh, padat dan bergizi, hehe.. Gimana enggak, seharian kumpul bareng 42 lebih teman-teman TDA Srikandi (perempuan semuah, bapak2 giliran jagain anak dulu :D), workshop singkat, demo bikin bandeng presto, demo bikin permen jahe, demo bikin telur asin, konsultasi kesehatan di klinik herbal Bu Ning Hermanto, pengetahuan singkat tanaman obat, belajar mencangkok tanaman, kunjungan ke kebun sayuran, dan terakhir kunjungan ke 3 toko teman-teman TDA di ITC Cempaka Mas, termasuk toko obat herbalnya Bu Ning sang pemrakarsa acara ini. Sungguh hari yang menyenangkan.
Bertemu dengan orang-orang hebat yang rendah hati, yang rela membagikan ilmunya, bertemu teman-teman baru yang bersemangat (dan pasti menularkan semangat), mendapat ilmu-ilmu baru yang berguna, adalah kesempatan berharga yang Alhamdulillah bisa saya alami.
Terimakasih Bu Ning! Terimakasih bunitia!

Bu Ning: sukses, energic, baik hati dan serba ungu! :)



Demo singkat industri rumahan: bandeng presto, permen jahe herbal dan telur asin.
Telur asinnya rendah kolesterol & sudah merambah pasar Malaysia loh..

Bu Ning dan para penggemarnya, semoga nular semua ilmunya ya Bu.. :)


kiri: Mencangkok pohon muda, 10 dahan sekaligus, makasih ilmunya pak Rudy!
kanan: para banci foto di kebun sayuran, emang panas sih, tapi bergaya mah teteup.. :)

Ini dia goodie bag-nya, isinya: bandeng presto, telur asin, CoklatCeria, beras organic & teh herbal-nya Mahkota Dewa, dan FancyCookies-nya Ameena Cakery ;)
eits.. terakhir dapet juga seikat besar sayur cai-sim yang baru di panen.
Thursday, April 10, 2008
Sabuk Hijau
Monday, April 07, 2008
Sapu Bersih
Inilah gambaran anak tukang kue :D. Rasanya takjub banget deh kalo lihat si Abang Haqqi yang luar biasa gembira kalo disodori loyang bekas Ibu bikin kue, langsung diambil, cari sendok, cari posisi enak di lantai, hmmm... gak peduli apa-apa lagi, terus asyik sendiri. Padahal biasanya langsung pose loh kalo ada kamera :).
Monday, March 31, 2008
Titipan
selamat jalan Benneth...
Ucap saya lirih ketika jasadnya dibawa ke ambulan untuk dibawa ke rumah duka. Benneth yang lucu, yang selalu setia menemani mamanya begadang bikin kue, yang rajin ikut mamanya kursus dan belanja ke toko bahan kue. Maafkan ya, hanya bisa mengantarmu sampai disini. Tapi doa tak berhenti mengiringi. Bukan, bukan doa untuk untuk kamu Ben, saya yakin kamu yang masih suci ini sudah nyaman dan bahagia dalam rengkuhan Pemilikmu. Tapi doa untuk ayah bundamu, yang kesedihannya pasti hanya sepersekian dari kesedihan yang saya rasakan. Semoga sang Maha Rencana, segera menghapus duka mereka, memberi kekuatan dan keikhlasan dalam mengembalikanmu kepada Pemilikmu yang hakiki.
Tapi airmata saya -yang sulit dibendung sejak mendapat kabar tsb- semakin deras ketika ambulan itu beranjak dari halaman RSPP. Genggaman tangan suami saya juga semakin kencang dijemari saya. Menguatkan. Saya tahu saat itu kami memikirkan hal yang sama. Dua titipan yang kami punya di rumah. Rindu tiba-tiba membuncah, ingin segera memeluk mereka, mengatakan betapa kami mencintai mereka. Teriring doa segenap hati agar Allah SWT senantiasa melindungi mereka, agar kami diberi kesempatan lebih lama untuk menjaga mereka dan membesarkan mereka dengan kemampuan sebaik-baiknya penjaga amanah.
amiin Allahumma amiin...
28 maret 2008
ps. berita lengkap bisa lihat disini
semoga hikmah bisa kita petik dari musibah ini
Friday, March 14, 2008
Last Weekend
Puncak. Villa Tiara Nila. Jumat sabtu minggu dua hari dua malam. Macet dan sudah nggak sedingin dulu (beda tipis lah sama Sawangan, hehe..). Tapi tempat ini masih jadi favorit keluarga besar untuk menghabiskan long-weekend.
Berenang, makan, berenang dan... makan ;)
Taman Situ Lembang. Minggu pagi, langsung dari Puncak. Masih Asyik. Enak pagi-pagi nggak ada yang pacaran :p. Nyari jajanan kampung. Ternyata mas Hafizh doyan banget Tahu Gejrot dan Kerupuk Mie disiram bumbu kacang. Dek Haqqi happy keliling danau, lihat monyet-monyet di pohon dan nontonin yang lagi mancing (ternyata ikan mas-nya lumayan gede-gede loh disana).

Masjid Sunda Kelapa. Resepsi nikah Titie -teman kantor Ibu. Minggu siang, langsung dari Situ Lembang. Ganti baju di mobil (thanks to vkool :D, untung belum diganti, tadinya terlalu gelap kaca filmnya). Salaman sama penganten, nunggu mas Hafizh makan siomay bentar, langsung pulang. Sudah kecapean ngikutin dek Haqqi yang nggak berhenti jalan-jalan :).
*waks..potona belum di-aplod, hihi..*
Wednesday, March 12, 2008
Suara Terindah
Yippie..! dek Haqqi sudah bisa panggil ibunya
Buu...
berulang-ulang, meskipun sudah dijawab berulang-ulang juga,
(gemess banget lihat bibirnya yang meruncing sampai 2 senti :D)
Saya sudah lupa gimana rasanya waktu mas Hafizh dulu pertama kali panggil Ibu,
dan kemarin saya baru saja ingat
ternyata itu adalah suara-suara paling merdu di dunia,
mendengarnya, mampu membuat relung dada menjadi hangat
dan serta merta bahagia!
Alhamdulillah...
Monday, March 10, 2008
kangen

emang anak-anak lagi dimana? di rumah neneknya?
tanya seorang teman ketika saya tanpa sadar bilang kangen sama anak2
loh kok kangen? ntar juga ketemu kan..
wajahnya mengernyit kebingungan ketika saya bilang anak2 ada dirumah
saya cuma nyengir.
nggak tau sih kamu, baru aja sampai di kantor,
saya udah kangen lagi sama mereka.
banget!!
Thursday, February 28, 2008
Metro Big Sale, ck ck..
Jumat pagi lalu, ruangan kantor saya tiba-tiba geger, khususnya oleh para cewek. Dari dinding ruangan kantor kami yang memang full kaca, terpampang sangat jelas spanduk di gedung pusat belanja Plaza Senayan, bunyinya gini: Metro Big Sale, up to 70% Today Only!
Padahal nih ya, menurut teman-teman saya, sudah sejak seminggu sebelumnya Metro memang menggelar diskon besar hingga 50% sampai akhir bulan maret 2008. Tapi spanduk besar di hari jumat itu tetap menggoda teman-teman saya, meskipun sebagian dari mereka sudah sempat belanja sepanjang minggu itu.
Saya pun tergoda. Melirik ke arah kaki, dimana sepatu yang saya pakai kerja setiap hari berpanas-panas & berhujan-hujan sudah mulai sedikit menganga (hehe.. namanya juga godaan, baru mengelupas sedikit aja dibilang menganga). Teman-teman saya juga semangat ngomporin; kemarin sepatu merk-A udah didiskon jadi sekian loh, siapa tau sekarang turun lagi tuh harganya, yuk yuuk..
Jadi deh, saya yang sepanjang minggu itu tidak tertarik walau sekedar melihat-lihat isi Metro, terbirit-birit ikut menyebrang ke Plaza Senayan dengan semangat 2008 yang penuh harapan :p.
Sampai disana, saya yang ternganga! Jauh lebih besar dari nganga-nya sepatu saya :D. Tidak saya duga, Metro penuh dengan manusia, mostly perempuan. Sepertinya saya melihat Becky Bloomwood si shopaholic itu ada dimana-mana. Sempat ragu apakah saya salah masuk gedung perbelanjaan, jangan-jangan ini Tanah Abang menjelang lebaran.
Sangat terasa ekpresi panik bertebaran dimana-mana, kepanikan takut nggak kebagian barang!.
Dua kali saya melihat mbak pegawai Metro ditempat berbeda sedang bersungut-sungut membereskan susunan display sepatu yang gak pernah rapi “tolong dong Bu, jangan diacak-acak lagi, saya capek nih beresinnya” katanya ditujukan kepada siapa saja yang mendengarnya.
Saya pernah melihat pengungsi korban bencana berebut jatah sumbangan. Saya juga pernah melihat rombongan pemulung dengan sukacita berebut menyambut ditumpahkannya isi truk sampah. Dan yang saya lihat hari itu, kurang lebih mirip seperti itu. Agak lebih miris sebenarnya mengingat perbedaan jenis barang yang diperebutkan. Disini justru terjadi rebutan mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah (hey, biarpun diskon 70% kayaknya gak ada yang harganya jadi dibawah 100ribu
Luar biasa. Melihat pemandangan begini mana ada yang percaya kalau
Tumpukan kotak sepatu setinggi kira-kira 1 meter yang semula rapi jali tersusun dengan display contoh sepatu diatasnya, hilang dari pandangan tertutup kerumunan manusia. Saya intip dengan sedikit berjingkat, ternyata semua kotak sepatu sedang diobrak-abrik dengan kalap. Tidak lama kemudian kerumunan bubar dengan meninggalkan pemandangan seperti ini:
Lihat ke arah kasir, MasyaAllah, semua (catat: semua!) kasir dipenuhi antrian ular-naga-panjangnya-bukan-kepalang. Hampir semua yang antri membawa segabruk belanjaan. Seorang teman bercerita dia harus rela berdiri kurang lebih satu jam untuk bisa membayar belanjaannya.
Tapi ternyata aura kepanikan itu menular. Benar-benar menular!. Saya dan empat orang teman saya ikut-ikutan mengantri diujung ular naga itu. Masing-masing menenteng sepasang sepatu dari merk yang sama (iya, si merk A yg sejak minggu lalu sudah diskon dan hari itu tidak berubah harganya). Bukan karena fanatik sama merk itu, tapi karena sudah tidak memungkinkan melihat-lihat merk lain mengingat padatnya manusia. Mungkin juga karena suasana pokoknya-belanja itu sangat mendominasi.
Kira-kira setelah sepuluh menit kami berdiri di antrian (dan belum bergerak maju sama sekali!), barulah tiba-tiba kami sadar, persis seperti orang yang terbangun dari hipnotis yang menguasai otaknya. Sadar betapa dungunya kami ini. Sepatu yang kami pegang itu harganya masih sama seperti minggu lalu dan masih tetap sama sampai akhir bulan depan! Lalu kenapa kami membuang-buang waktu seperti ini. Ya ampun!. Akhirnya kami keluar dari antrian, mengembalikan sepatu merk A ke tempat semula (tanpa terlihat mbak penjaga tentunya), lalu keluar dari gedung plaza senayan sambil terbahak-bahak menertawakan kebodohan kami sendiri.
Lirik kearah kaki, ahh.. sepatu tercinta, kamu masih bagus kok, nggak usah ganti dulu ya, nanti aja nunggu kado *ngedip-ngedip ke Ayah*.
Note:
*Sampai hari ini (6 hari setelah hari yang heboh itu) sepatu yang sempat saya pegang selama sepuluh menit itu masih setia menanti ditempatnya, masih dengan harga diskon yang sama. Tapi saya sudah tidak lagi berminat membelinya. Haha…
*Analisa saya nih, Metro cukup menambahkan beberapa item dengan diskon 70% (yang cuma dalam tempo setengah hari sudah ludess dibeli orang). Beri label Today Only disebelah up to 70%, pasang spanduk dan iklan di harian ternama, maka semua produk yang cuma 20% juga ikut diborong dan macetlah Senayan hari itu.
Salut Metro! Siapa sih konsultan marketingnya? :)






