Tuesday, July 18, 2006

Tentang Lahirnya Haqqi


Banyaak banget yang pengen diceritain, tapi ternyata memang makin sedikit waktu luang untuk menulis, hehe…sok sibuk ya, tapi memang sibuk lho punya baby baru dan seorang ‘baby’ besar yang masih libur dan apa-apa maunya sama Ibu plus baru dikhitan pula ;-). Makanya sekarang mumpung kedua cinta-ku itu lagi tidur nyenyak, disempetin mencatat-catat cerita yang terlewat kemarin. Jadi maklum aja kalo tulisannya berantakan dan kepanjangan, mumpung masih fresh di ingatan nih.


Yang jelas tahun ini kami melewati 7 Juli 2006 - HUT perkawinan ke 6- dengan cara yang luar biasa dan dengan hadiah luar biasa dari Allah SWT. Allhamdulillah. Semoga pendewasaan diri makin kami dapat untuk insyaAllah mampu melewati tahun-tahun berikutnya dengan lebih baik.


Kali ini catatan tentang lahirnya Dek Haqqi tanggal 28 Juni lalu. InsyaAllah catatan tentang cerita khitanan Mas Hafizh segera menyusul.

Sebelum 28 Juni 2006


Cuti mulai 19 Juni. Berdebar-debar. Rasanya dulu waktu mau melahirkan Hafizh nggak se-nervous ini deh, mungkin karena sekarang udah tau rasanya melahirkan jadinya deg-degan melulu. Sabtu 24 Juni, dr. Dewi udah wanti-wanti supaya tanggal 27 hari Selasa harus segera kontrol lagi karena air ketuban udah mulai berkurang.


Menunggu hari Selasa, acara jalan-jalan pagi keliling komplek makin digiatkan. Hari Selasa ditemani Hafizh ke rumah sakit lagi untuk kontrol, sambil nunggu dokter datang kita jalan-jalan dulu ke mall cinere sampai capek.
Balik ke RS ternyata mulut rahim sudah pembukaan 2 walaupun belum ada mulas sama sekali. Kata dokter itu berkat jalan-jalan yang intensif ;-) Jadi deh janjian sama dr. Dewi, besok Rabu 28 Juni kembali lagi ke RS untuk diinduksi kalau memang belum ada kontraksi.

Pulang dari RS atas saran dr. Dewi, kita lanjut lagi keliling mall Cinere, Hafizh sih asik-asik aja tuh diajak jalan-jalan apalagi terakhir mampir ke playground di basement, sampai capek baru kita pulang. Hafizh baik banget deh, Ibunya digandeng terus selama jalan-jalan. Nanya melulu ‘Ibu capek?’, kalo aku ngangguk nanti dia cari-cari tempat duduk supaya aku bisa istirahat ;-)


Ternyata menjelang malam mulai mucul kontraksi-kontraksi yg makin lama makin kuat. Jadi ada harapan semoga besok bisa melahirkan normal tanpa harus induksi.


D-day 28 Juni 2006


Jam 5.30 sama mas Ipung ke RS karena kontraksi sudah 10 menit sekali. Hafizh kooperatif sekali, nggak maksa mau ikut, mungkin karena lihat Ibunya yang meringis-ringis ya. Oh iya, di rumah sudah ada Nyai (neneknya Hafizh dari Lampung), jadi biar siangnya aja Hafizh nyusul ke RS sama Nyai dan mbak Siti.

Sampai rumah sakit, udah pembukaan 3, lumayan, dr. Dewi via telpon menginstruksikan untuk menunggu saja instead of pasang infus induksi seperti yang beliau instruksikan sebelumnya lewat surat pengantar.


Sayangnya kontraksi bukannya bertambah kuat, justru makin bertambah jauh jeda waktunya. Sampai jam 10.30 kontraksi malah jadi 30 menit sekali walaupun sudah sampai pembukaan 6. (Beda banget sama waktu Hafizh yang stuck di pembukaan 2 padahal kontraksi udah 5 menit sekali).


Entah udah berapa kali bolak-balik jalan di lorong rumah sakit berdua mas Ipung sampai akhirnya jam 12 siang diputuskan untuk induksi.

Setelah jarum infus dipasang baru deh kontraksi yang sebenarnya terasa, udah nggak bisa nyengir lagi sekarang, hehe… memang lebih nikmat ya rasanya.

Begitulah akhirnya jam 14.45 lahir jagoan kami yang kedua.


Subhanallah, Allahuakbar…segala puji bagi Allah yang telah memberikan kehidupan pada mahklukNya. Sampai sekarang masih suka mengingat-ingat moment itu sehingga nggak mungkin bagiku untuk nggak bersyukur atas nikmat luar biasa yang diberikan Allah kepada kami.





Suster-suter RSPC juga baik-baik banget, sangat mendukung program ASI eksklusif. Permintaanku untuk langsung menyusui bayi segera setelah dilahirkan juga dipenuhi. Setelah masuk kamar rawat inap jam 5 sore-nya, adek juga langsung disusui lagi. Alhamdulillah ASI sudah langsung keluar, sampai esok paginya adek baru minta minum lagi.

Setelah 28 Juni 2006

Tiga malam menginap di RS, berdua aja rooming-in sama Adek. Tiga malam juga Hafizh –untuk pertama kalinya tanpa AyahIbu- menginap di rumah Eyang. Berkumpul bareng sepupu-sepupunya membuat Hafizh sedikit ‘lupa’ sama Ibunya.


Adek Haqqi juga pintar deh, jadi walaupun rooming-in Ibu nggak capek ngrawatnya. Tapi ada kejadian yang sempat bikin deg-degan juga, jumat pagi dr. Sandra memutuskan untuk memasukkan selang kateter ke saluran kemih Adek karena sudah 24 jam lebih setelah lahir Adek belum juga pipis. Duh, mau nangis rasanya melihat prosesnya. Ternyata ada tuh air kemihnya, jadi ditunggu lagi kalo dalam 24 jam kedepan Adek belum pipis juga, akan di-usg untuk melihat kinerja ginjalnya.


Ya Allah, rasanya badan ini lemas sekali, Adek terus kupeluk sambil hati nggak henti berdoa. Mas Ipung yang hari itu berangkat ngantor dari RS juga katanya ngelamun terus di perjalanan.


Lagi-lagi Allah maha baik, nggak sampe satu jam setelah proses kateter itu si Adek pipis banyaaak banget sampai membasahi baju pink rumah sakit yang kupakai, Subhanallah, belum pernah sebahagia itu ngliat air pipis ;-) Kata dokter, ternyata proses kateter tadi justru merangsang 'terbukanya' saluran kemih Adek.


Mas Ipung yang baru sampe parkiran kantor juga langsung bertahmid dengan lega. Alhamdulillah.


Hari Sabtu 1 Juli,

kami pulang kerumah. Selamat datang dek Haqqi….


Hari Selasa 4 Juli,

kontrol pertama ke de. Sandra SpA. BB udah bertambah 2 ons setelah turun 1,5 ons waktu keluar dari RS. Alergi kulit Adek dinyatakan positif, tapi setelah sebelumnya mandi tanpa sabun sekarang udah boleh pake sebamed, tapi tetap no baby oil no minyak telon pokoknya no kosmetik bayi.


Hari Sabtu 8 Juli,
syukuran Aqiqah sekaligus syukuran khitanan mas Hafizh diadakan. Nggak besar-besaran, hanya mengundang keluarga dekat plus tetangga untuk menghadiri pengajian yang diisi dengan tausiyah dari Ustad Zen. Yang penting adalah insyaAllah tunainya 2 kewajiban kami sebagai orang tua. Semoga Allah memberkahi kedua buah hati kami dan memberi kami kemampuan untuk membesarkan dan mendidik mereka agar selalu berada dijalanNya.





2 previous comments

No comments: